Ringin Contong Bangunan Ikonik Simbol Persatuan Masyarakat Jombang

Ringin Contong Jombang
Keterangan foto : Ringin Contong Jombang
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Jombang – Telisik singkat Ringin Contong, bangunan ikonik yang jadi icon Kabupaten Jombang. Bagi masyarakat Kota Santri, bangunan lawa tersebut menjadi sebuah kebanggaan.

Ringin Contong kini sudah bersolek dan kerap menjadi spot foto bagi pengunjung yang singgah di kota beriman ini. Tidak heran jika kini Ringin Contong menjadi landmark Jombang. Apalagi ditambah dengan adanya taman ASEAN yang manjadi simbol kedamaian sebagai kota toleransi.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Ringin Contong yang terletak di jalan protokol KH. Wahid Hasyim sendiri berasal dari dua kata yaitu Ringin yang merupakan pohon beringin besar yang berada dilokasi. Sedangkan Contong merupakan menara air (wadah air atau tandon air).

Berita Menarik Lainnya:  Kapolres Jombang Lantik 4 Duta Prokes dan Vaksin

Menurut Nasrul Ilah, Sejarahwan Jombang mengatakan, Ringin contong ada sejak Mataram Kuno (Medang Kamulan). Seperti pada umumnya pohon, ringin itu tumbuh subur di persimpangan jalan penghubung wilayah barat-timur dan utara-selatan. Karena akarnya, akhirnya menjadi penahan dan penyimpan air (sumber).

“Kerindangan pohon dan adanya sumber air menjadikan tempat istirahat para musafi atau orang dalam perjalanan,” ucapnya Sabtu (28/8/2021).

Lelaki yang akrab disapa Cak Nas ini menjelaskan, karena banyaknya yang singgah dalam perjalanannya, agar keberadaan air tidak melebar dan meluber, dibuatlah penahan dengan tujuan lebih bisa dimanfaatkan seperti di contong.

“Setelah itu ada yang menyebut dengan air di contong dekat ringin yang kemudian disebut ringin contong hingga saat ini,” jelasnya.

Semakin lama yang singgah makin banyak. Kalau semula hanya sebagai persinggaham musafir, akhirnya menjadi tempat interaksi, bahkan transformasi pengalaman dan ilmu.
Pada masa akhir Majapahit, waktu Brawijaya V tahun 1478 M, kare putranya (R. Patsh) menjadi Sultan Demak, Beliau mampir ke Ringin Contong dalam perjalannya ke barat.

Berita Menarik Lainnya:  Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Administrasi, Ini Kata Camat Jambesari

Disitu beliau banyak beri wejangan, ilmu olah kanuragan dan jaya-kawijayan. Menurut Drs. Imam Ghozali, M. Hum. Brawijaya V didatangi pimpinan padepokan yang sakti untuk ditantang adu kesaktian, karena muridnya banyak yg berguru ke Brawijaya V.

“Ayo, ojo sok paling dung-deng. Tal lep ringin contong iki (ayo jangan merasa paling sakti. Saya tenggelamkan di ringin contong ini). Kemudian menjawab ‘Gak popo, yo ambang (tidak apa-apa, ya ambang),” ungkapnya menirukan percakapan tersebut.

Kemudian kata ‘yo ambang’ ini ada yang menyebut sebagai asal kata Jombang.

Masa Kolonial Belanda

Menurut cerita rakyat, icon menara ini dibangun semasa zaman penjajahan kolonial Belanda. Ringin Contong semula berasal dari pohon ringin (beringin) yang ditanam oleh Bupati Jombang yang pertama Raden Adipati Arya Soeroadiningrat V pada tanggal 22 Februari 1910 yang juga bertepatan dengan peletakan batu pertama gedung Pendopo Kabupaten Jombang.

Berita Menarik Lainnya:  Fenomena Gerhana Bulan, Masyarakat Jombang Diingatkan Akan Dosa

“Masa Kolonial Belanda, sumber air itu dibuatkan kaptering air atau tower, sebagai cadangan air kota Jombang,” jelas Cak Nas.

Dianggap Simbol Kerukunan

Bangunan yang terletak di Jl. KH Wachid Hasyim ini sering juga dianggap sebagai simbol kerukunan dan kesejahteraan oleh masyarakat Jombang. Ringin Contong juga dijadikan lambang semangat gotong royong dan saling tolong menolong.

Hingga kemudian, kini dekat Ringin Contong juga dibangun Taman ASEAN yang ada berdiri tegak bendera-bendera angota ASEAN disana. Dalam pantauan di lokasi ditemukan angka 1929 pada bangunan menara berwarna kuning hijau tersebut.

Sesuai hasil research, tulisan tersebut merupakan tanda selesainya pembangunan pembaharuan terakhir di tahun 1929.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280