Remanas, Wagub Emil: Hutan Mangrove Jatim di 2022 Tambah 1.280 Ha

Wagub Emil Elestianto Dardak, membagikan secara simbolis bibit Mangrove untuk ditanam di pantai Probolinggo, kepada tiga Poktan Rambu Asri, Poktan Laut Indah dan Poktan Lestari, Kamis (9/12/2021) | Foto: Humas Pemprov Jatim
Wagub Emil Elestianto Dardak, membagikan secara simbolis bibit Mangrove untuk ditanam di pantai Probolinggo, kepada tiga Poktan Rambu Asri, Poktan Laut Indah dan Poktan Lestari, Kamis (9/12/2021) | Foto: Humas Pemprov Jatim
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Probolinggo – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menargetkan penanaman mangrove pada 2022 di Jatim mencapai 1.280 hektare (Ha).

Target itu sebagai wujud dukungan Pemprov Jatim terhadap program rehabilitasi mangrove nasional (Remanas) dan pemberdayaan bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Di tahun 2020 telah ditanam mangrove di Jawa Timur seluas 1.046 hektare atau sebanyak 4.203.200 batang. Di tahun 2022, target penanaman mangrove naik menjadi 1.280 hektare,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri Program Penanaman Mangrove di Pantai Duta, Kab. Probolinggo, Kamis, (9/12/2021).

Berita Menarik Lainnya:  Juara Dunia MTQ Rusia, Ning Nida Hafidzah Jadi Inspirasi Hafiz Hafizah

Pemprov Jatim juga melakukan berbagai upaya mitigasi perubahan iklim dan fenomena global warming. Salah satunya, merestorasi mangrove dengan penanaman 881.508 batang di lahan seluas 295,62 ha.

Lahan itu tersebar di enam daerah yakni: Kabupaten Gresik, 5.000 batang seluas 1,5 ha, Kabupaten Bangkalan sebanyak 254.479 batang dengan luas 104,49 ha, di Kabupaten Pasuruan sebanyak 25.000 batang dengan luas 10 ha, di Kabupaten Situbondo sebanyak 163.449 batang dengan luas 49,53 ha, Kabupaten Banyuwangi sebanyak 338.580 batang dengan luas 100,1 ha dan Kabupaten Probolinggo sebanyak 95.000 batang dengan luas 30 ha.

Di sini bisa dilihat wujud Pemprov Jatim mendukung Remanas 2021.

Berita Menarik Lainnya:  Pembangunan KEK Singosari Dipercepat, Target utama September 2022 Kelar

“Kita harap jadi kontribusi target nasional untuk merehabilitasi mangrove. Apalagi dengan Peraturan Presiden (Perpres) tentang nilai ekonomi karbon memberi dukungan bagaimana memenuhi kesejahteraan dan tetap melestarikan lingkungan,” tuturnya.

Di hutan tropis, perbandingannya hutan mangrove mampu menyimpan karbon 3-5 kali lebih banyak.

Fungsi lain sebagai pelindung abrasi pantai dan habitat biota bernilai ekonomis; ikan, kepiting, dan udang. Ekosistem mangrove yang sehat bisa menjadi objek ekowisata unik.

“Jatim punya 40 juta penduduk, ekosistem potensial dirambah maka Inovasi sangat penting guna menjaga lingkungan dan mengkonstruksi untuk perang dunia soal perubahan iklim,” jelasnya.

Menanam mangrove harus disertai perawatan. Maka dukungan semua pihak untuk meningkatkan upaya pemulihan ekosistem mangrove di Jawa Timur.

Berita Menarik Lainnya:  Buka Rakor MJC 2022, Wagub Emil Ajak Milenial Lebih Berani Hadapi Gig Economy

“Semua kembali pada rasa turut memiliki di dalam masyarakat,” tegasnya.

Perlu dipercepat rehabilitasi hutan mangrove kali ini karena penurunan emisi gas rumah kaca menjadi tanggung jawab semua pihak.

“Nah di sini bisa jadi tanggungjawab Corporate Social Responsibility (CSR) untuk restorasi mangrove di seluruh Indonesia dan di Jawa Timur,” ujar mantan Bupati Trenggalek ini.

Acara penanaman Mangrove ini dihadiri Deputi Bidang Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenkomarves RI Nani Hendiarti, Dirut Pelindo Arif Suhartono, Asisten II Setkab Probolinggo, Ahmad Hasyim Ashari, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jatim Jumadi dan Kalaksa BPBD Probolinggo, Rahmad Waluyo, Poktan mangrove rambu asri, laut indah dan lestari.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280