Ratusan Massa Perguruan Silat Geruduk Kantor Polisi di Jombang, Begini Tuntutannya

Ratusan massa perguruan silat saat tiba di halaman kantor Kepolisian Sektor Mojoagung, Kabupaten Jombang
Ratusan massa perguruan silat saat tiba di halaman kantor Kepolisian Sektor Mojoagung, Kabupaten Jombang
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Ratusan massa dari salah satu perkumpulan perguruan silat berulah di Kabupaten Jombang. Kini pihak kepolisian yang jadi sasaran mereka hingga nekat menggeruduk kantor Kepolisian Sektor Mojoagung, Kabupaten Jombang pada Kamis (19/5/2022) siang.

Sekira pukul 10.30 WIB, massa mulai berdatangan dengan mengenakan atribut kaos hitam dan bendera. Mereka melakukan konvoi berangkat secara bersamaan dengan memakai kendaraan bermotor.

Bacaan Lainnya
banner 800x800

Akibatnya pengguna jalan pun terganggu dan kondisi arus lalulintas pun alami kemacetan dengan waktu yang cukup lama. Massa berkumpul dan berulah di tengah Jalan Nasional, tepatnya di simpang empat Mojoagung, Jombang. Selain melakukan penutupan jalan, mereka juga melakukan pengejaran bagi kendaraan yang masih nekat nerobos massa.

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Salwa Sebut Kasus Stunting di Bondowoso Turun Drastis

Salah satu warga setempat, Januar (35) mengatakan sangat resah dengan aksi perguruan yang tak jarang dikenalnya seringkali berulah. Selain dinilai mengganggu pengguna jalan, juga membuatnya ketakutan.

“Ada ratusan tadi ini mas, ya dari perguruan mungkin ya. Karena biasanya kalau malam itu, sering terjadi seperti ini. Ya sudah begitu kalau beraksi, pasti buat kesalahan. Sehingga kita itu takut mas, kadang aksi seperti ini itu terjadi pemukulan gitu,” tutur singkat pria ini kepada Beritabangsa.com.

Ads

Di tempat yang berbeda, Ketua Cabang Perguruan Pagar Nusa Jombang Abdul Rokhim menanggapi aksi itu di Mapolsek Mojoagung. Menurutnya aksi konvoi geruduk kantor polisi itu nekat dilakukan untuk menuntut keadilan.

Berita Menarik Lainnya:  Jembatan Gantung Gladak Perak Hanya untuk R2 dan Ambulans

Pihaknya tak mengungkap dengan jelas kronologi tuntutannya. Rokhim hanya menjelaskan sekilas bahwa ada anggotanya menuntut keadilan hukum kepada polisi di Jombang untuk menuntaskan kasus anggota perguruan lain yang bikin onar.

“Tuntutannya minta supaya segera klarifikasi. Seperti contohnya satu, pimpinan ketua cabang perguruan silat yang membuat onar itu untuk meminta maaf pada perguruan kita. Minimal diviralkan anak yang tertangkap itu,” tuturnya di hadapan wartawan.

Sementara melihat anggota dari massa tersebut disebutkan dari daerah Mojokerto, Kediri, Lamongan, Bojonegoro dan Sidoarjo. Sementara untuk 7829 anggota Pagar Nusa Jombang dipastikannya tidak ada yang turun ke jalan untuk konvoi.

Lanjut Rokhim mengatakan tidak ada instruksi dari pimpinan. Ia membeberkan jika aksi tersebut sempat diminta untuk tidak dilakukan. Namun demikian massa dinyatakan tetap nekat turun ke jalan. Maka dari itu pihaknya mengucapkan permohonan maaf terhadap pihak kepolisian dan pengguna jalan.

Berita Menarik Lainnya:  Tinjau Banjir Magetan, Gubernur Jatim Bangun Bronjong dan Plengsengan

“Jujur sebagai ketua cabang saya kurang tahu persis, karena saya sudah mengingatkan berkali-kali lewat WA group maupun melalui telepon. Dari ini kami mohon maaf bagi pengguna jalan di Jombang yang terganggu, juga kepada Bapak Kapolres Jombang, Kasat Intel dan Kapolsek Mojoagung, saya mohon maaf dan memastikan bahwa aksi ini tidak ada instruksi dari pimpinan,” pungkasnya.

Pos terkait