Protes ODOL, Sopir Truk di Probolinggo Unjuk Rasa

Protes ODOL, Sopir Truk di Probolinggo Unjuk Rasa
Aksi unjuk rasa para sopir truk di Kota Probolinggo, Jawa Timur yang protes terkait kebijakan larangan ODOL.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-PROBOLINGGO – Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) untuk aksi mogok kerja benar-benar terjadi di berbagai daerah. Para sopir di Kota Probolinggo turut aksi unjuk rasa, mereka memprotes terhadap aturan Over Dimension dan Over Loading (ODOL) yang dinilai merugikan.

Aksi puluhan para sopir truk yang tergabung dalam Komunitas Driver Probolinggo Bersatu (KDPB). Mereka membentangkan spanduk dan banner yang isinya keberatan terkait aturan tilang pada truk yang ODOL Rabu (09/03/2022).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Tali Pocong Jenazah di Sidoarjo Hilang Dicuri

Menurut, Sekretaris KDPB, Abdul Fauzi (34) mengatakan, aksi itu sebagai bentuk keberatan, pasalnya dengan kebijakan larangan ODOL sopir truk dirugikan. Yakni, tidak dibolehkannya melebihi jumlah muatan dengan pemakaian penutup bak truk.

“Soal ODOL itu kan bagi kami keberatan, Kami hanya berkumpul di sini hari ini tidak bekerja. Ini sebagai aksi solidaritas ke teman-teman sopir truk yang lain, ” ucap Fauzi, warga Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.

Aksi yang mereka lakukan, selama 3 hari terhitung mulai hari ini. Hal tersebut juga dilakukan oleh beberapa sopir truk di kabupaten / kota di Jawa Timur.

Ads

Atas hal itu, bersama pilihan sopir truk ia menuntut supaya ada kebijakan yang baik bagi sopir colt diesel. Misalnya, diizinkan memakai penutup bak. Berbeda dengan sopir dari sebuah perusahaan, yang sudah dijamin untuk pengirimannya.

Berita Menarik Lainnya:  Blaar ! Kawanan Pencuri Ledakkan Bondet Kabur dari Sergapan

Selain itu, mereka meminta adanya revisi Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Termasuk, adanya regulasi tarif angkutan logistik, keadilan penindakan di jalan, biaya normalisasi kendaraan dan meminta pemerintah membongkar mafia SRUT dan ODOL.

Ads

Hal senada disampaikan Marto (49), sebenarnya dari sisi sopir dengan pengurangan jumlah beban muat menguntungkan sopir. Hanya saja, bagi para pedagang dan pelaku usaha merugikan.

“Kita sih berharap kebijakan itu dipertimbangkan, agar sekiranya sama-sama emak. Bagi sopir, pelaku usaha maupun masyarakat,” jelas Marto.

Diketahui, aksi di Kota Probolinggo merupakan aksi yang juga terjadi di beberapa kota dan kabupaten di Jawa Timur. Berdasarkan surat edaran dari Gerakan Sopir Jawa Timur yang beredar di media sosial, aksi mogok kerja 9-10 Maret akan berfokus di 11 titik, yakni Kalianak, Gresik Jalan Ambeng-ambeng, Buduran Sidoarjo, Arteri Porong, Exit Tol Porong.

Berita Menarik Lainnya:  Polres Pasuruan Ngopi Bareng Wartawan Jelang Buka Puasa

Selain itu, juga di Ringroad Mojoagung, Bypass Nganjuk, Jalur Pantura, Terminal Kapuran, Kalibaru Banyuwangi, Sukowidi Banyunwangi, Karanglo Malang, Terminal Magetan, Pantura Tuban, Pantura Lamongan, Caruban Madiun.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800