Prokes Bandara Banyuwangi dan Pelabuhan Ketapang Diperketat, Cegah Omicorn

Keterangan foto : Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Firman Shantyabudi, didampingi jajaran Polresta Banyuwangi saat cek layanan publik. (Foto/Mawardi)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-BANYUWANGI-Semua pintu masuk kedatangan Tenaga Kerja Indonesia dari luar negeri diperketat Protokol Kesehatan. Pemerintah tidak mau Omicorn menjadi gelombang III Covid-19 di tanah air. Untuk itu, Menteri Perhubungan dan Polri mengantisipasi dengan ketat.

Ads

Usai di Bandara Juanda, Pelabuhan Perak, Terminal Bungurasih, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala Koordinator Korps Lalu Lintas Mabes Polri Inspektur Jenderal Firman Santyabudi, melihat kesiapan prokes di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi dan Pelabuhan Ketapang.

Bacaan Lainnya

Dua titik kedatangan dan keberangkatan para TKI yang mendarat dari Bali, dan Surabaya, ini harus melalui skrining kuat.

Kepala Kepolisian Resort Kota Banyuwangi Ajun Komisaris Besar Polisi Nasrun Pasaribu mendampingi Kepala Korps Lalu Lintas Inspektur Jenderal Firman Santyabudi, memeriksa tempat publik di Banyuwangi, Minggu (26/12/2021).

Tempat pertama dicek adalah Posko Nataru 2021/2022 dan Sapras di Area Bandara Internasional Banyuwangi, Blimbingsari, untuk memastikan kesiapan tempat cuci tangan, Barcode Peduli Lindungi, thermo Gun telah terpasang, penggunaan masker bagi para pengunjung, dan penerapan 50% kapasitas maksimal.

Rombongan pejabat pusat ini memastikan perayaan Natal di Bandara ini berlangsung dengan tertib dan menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, untuk memberi rasa aman kepada masyarakat, rombongan pejabat pusat ini menyapa dan memberikan bingkisan kepada petugas jaga di Pos Pengamanan.

Usai dari Bandara Blimbingsari, peninjauan vaksinasi dan validasi di area Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang, Banyuwangi, yang diawali paparan otoritas pelabuhan ASDP Ketapang, terkait kanaikan aktivitas pelayaran sebesar 48% dibandingkan tahun 2020, melalui pelabuhan Ketapang.

Selain itu, juga melakukan pengecekan gerai vaksinasi presisi yang disediakan untuk penumpang pelabuhan yang belum divaksin dosis I dan II.

“Syukur Alhamdulilah tidak ada penumpang dari kendaraan umum yang positif saat kita lakukan pengecekan baik sudah verifikasi maupun belum verifikasi kita test dan cek and ricek tidak ada penumpang yang positif tentunya hal ini harus kita jaga sebagaimana arahan Bapak Presiden untuk bersama menjaga kesehatan dengan prokes untuk mencapai kestabilan ekonomi,” ucap Menteri Perhubungan.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Santyabudi menyampaikan kedatangannya untuk memastikan sistem berjalan baik, untuk mengantisipasi penyebaran virus, baik varian lama dan baru.

“Saya dan Pak Menteri Perhubungan serta rombongan ada Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Dirjen Hubdat, Direktur Mutu Kemenkes ingin memastikan pelayanan kesehatan berupa vaksinasi di tempat pemberangkatan dan sekaligus area publik ini berjalan baik,” ujarnya.

Sejauh mana kesiapan dan euforia masyarakat bisa dikendalikan dan ikut berpartisipasi aktif vaksinasi dan kelancaran lalin.

“Jangan bepergian kalau tidak terlalu penting. Karena keselamatan dan kesehatan kita adalah yang utama dalam roda perekonomian kita,” harapnya.

Hasil pantauan petugas dan masyarakat terlihat kooperatif dan komunikasi terjalin baik.

“Kita yakin Indonesia bisa mencapai tingkat pencapaian vaksinasi baik dan kemungkinan penyebaran virus Covid-19 lama dan baru, dicegah,” ujarnya.

“Pesan Pak Kapolri untuk kita semua bersama-sama menghadapi ini dengan sabar, Presiden juga ingin semua berjalan dengan seimbang, antara ekonomi yang sedang kita coba terus bangun berapa tahun belakang ini kita prihatin, ada satu sisi masyarakat juga butuhkan adanya kegiatan-kegiatan sosial,” imbuhnya.

Pos terkait

banner 768x1152