Wartawan Diusir Oknum Kepsek, Ketua PWRI Sampang Geram

Keterangan foto : H. Moh. Yusuf, S.Pd., MH selaku ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) kabupaten Sampang.
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Sampang – Wartawan MMCNews.id mengalami pengusiran saat hendak mengkonfirmasi terkait dugaan mark up siswa di salah satu sekolah di Desa Batorasang, Kecamatan Tambelangan Kab. Sampang.

Pengusiran itu terjadi siang hari, kamis (06/10/21), oleh salah satu oknum kepala sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Dikutip dari halaman media MMCNews, oknum Kepsek tersebut mengatakan dengan tegas kalau masalah tersebut bukan ranahnya (media).

Berita Menarik Lainnya:  Antisipasi Penyebaran Covid 19 di Bondowoso, Sekda Saifullah Pimpin Patroli Gabungan

Atas pengusiran itu, H. Moh. Yusuf, S.Pd., MH selaku ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) kabupaten Sampang geram. Ia sangat menyayangkan atas perbuatan oknum kepsek yang telah mengusir wartawan saat hendak mengkonfirmasi.

“Sekelas kepala sekolah yang juga mantan pejabat publik di kabupaten Sampang harusnya bersikap baik,”

Apalagi wartawan sudah ijin konfirmasi dan demi keterbukaan informasi. Era keterbukaan harusnya disajikan, sehingga bisa menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

“Saya selaku ketua PWRI Sampang sangat menyayangkan atas pengusiran wartawan yang hendak konfirmasi, apalagi dia mantan pejabat publik di Sampang,” katanya.

Berita Menarik Lainnya:  Klaster Nakes Covid-19 Terjadi di Bangkalan

Masih kata dia, oknum kepsek tersebut sudah melanggar UU pers nomor 40 tahun 1999 yang mana diatur dalam pasal 18 ayat 1 yang tertulis,” Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).”

“Oknum Kepsek sudah melanggar UU pers nomor 40 tahun 1999, dan bisa dipidana, jadi saya harap segera mungkin meminta maaf sebelum saya menempuh jalur hukum,” tegas ucup sapaan akrabnya.

Berita Menarik Lainnya:  Jasad Prajurit TNI yang Diduga Bunuh Diri di Suramadu Ditemukan Kaku

Ucup yang juga menyandang Magister Hukum itu menambahkan, karena dirinya selaku Ketua PWRI Sampang dan wartawan yang mendapat perlakuan pengusiran adalah salah satu wartawan yang tergabung dalam Organisasi PWRI sampang, maka pihaknya akan menempuh jalur Hukum.

“Kabiro MMCNews.id tergabung dalam organisasi yang saya pimpin di Kabupaten Sampang, jadi kami akan menempuh jalur hukum. Selain buat efek jera, agar wartawan dikabupaten Sampang, khususnya anggota PWRI tidak mendapatkan perlakuan seperti itu,” tutupnya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280