Wabup Irwan Datangi Rumah Duka Pendaki Piramid

Bondowoso, Beritabangsa.com – Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bahtiar Rahmat, mendatangi rumah duka pendaki puncak Piramid bernama Arik Multazam (18).

Pendaki puncak piramid yang tergelencer ketika melakukan pendakian, Senin (10/8/2020).

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Disaat takziyah ke rumah duka pendaki puncak piramid, Wabup Irwan, mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya serupa, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen akan mengadakan stimulasi pendakian di Bukit Piramid, Kecamatan Curahdami. Karena pendakian di kawasan yang terkenal punggung naga itu  dinilai sangat ekstrim.

Berita Menarik Lainnya:  Amburadul, Musaffa: Panitia Seleksi KPID Jatim Diduga Amankan Komisioner Incumbent!

“Lahannya sangat ekstrim, ini butuh keahlian khusus. Sehingga kalau memang mau dibuka sebagai lahan wisata. Kita akan menyiapkan pemandu wisatanya. Supaya bagi pendaki betul-betul aman,” katanya.

Wabup Irwan berharap mereka yang hendak mendaki bukit Piramid ini orang-orang yang betul-betul mempunyai keahlian mendaki.

“Kalau mau ke Puncak Gunung Piramid maka haruslah betul-betul mempersiapkan secara mental dan harus didampingi oleh pemandu yang berpengalaman,” ujarnya.

Berita Menarik Lainnya:  Sikapi Kamus Sejarah Indonesia ala Nadim, Ponpes Tebuireng : Tidak Layak !

Dalam kesempatan itu, Wabup Irwan juga menyampaikan duka citanya atas meninggalnya Arik Multazam.

“Saya juga mengucapkan berduka cita bagi keluarga yang ditinggalkan. Semoga diberikan keikhlasan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Bondowoso, Arif Setyo Rahardjo, menjelaskan, pendakian bukit  Piramid belum menjadi destinasi wisata yang dikelola oleh Pemkab, maupun dikelola desa.

Berita Menarik Lainnya:  Untuk Penanganan Covid-19, Pemkab Bondowoso Ajukan 10 M Lebih ke DPRD

“Jadi belum ada pengelolanya. Belum kita tetapkan sebagai destinasi wisata yang dikunjungi wisatawan,” katanya.

Untuk informasi, area puncak piramid adalah kewenangannya Perhutani dan BKSDA, maka untuk dijadikan tempat wisata, harus membuat perjanjian kerjasama antara Disparpora, Perhutani, LMDH (Lembaga Masyarakat Daerah Hutan).

Reporter : Muslim

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *