PT Teknindo Geosistem Unggul Simulasi Evakuasi Korban Gempa

Surabaya, Beritabangsa.com – Sebuah goncangan terjadi di salah satu perusahaan di Surabaya di kawasan Industri SIER Rungkut. Kamis, (25/6/2020)

Gempa dengan skala 5,8 SR tersebut telah menimpa perusahaan PT Teknindo Geosistem Unggul sekitar 30 detik. Seluruh karyawan lari berhamburan menuju assemble point atau titik kumpul.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Gempa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB saat seluruh karyawan sedang beraktifitas di dalam kantor. Mereka dikagetkan dengan goncangan 5,8 SR. Sesaat kemudian barang-barang berjatuhan dari meja dan lemari.

Berita Menarik Lainnya:  25 Tahun Perjalanan PT Teknindo Geosistem Unggul, dari Krisis Moneter 1997-1998 hingga Pandemi Covid-19

Lampu kantor pun turut padam. Karyawan baru sadar telah terjadi gempa setelah terdengar suara sirine pertanda adanya kondisi darurat. Semua karyawan segera mengambil tindakan untuk menyelamatkan diri masing-masing.

Untung saja itu semua bukanlah keadaan yang sebenarnya. Melainkan hanya simulasi kondisi darurat akibat gempa oleh PT Teknindo Geosistem Unggul yang menerapkan sistem manajemen K3 standar ISO 45001.

Berita Menarik Lainnya:  Gandeng PT Teknindo Geosistem Unggul dan HATTI, Himpunan Mahasiwa Teknik Sipil ITS Adakan Final Lomba Geoteknik Mahasiswa 2020

Akhir-akhir ini, semua perhatian dicurahkan untuk penanganan pandemi Covid-19, PT Teknindo Geosistem Unggul merasa perlu tetap waspada terhadap adanya Sesar Surabaya dan Sesar Waru yang berpotensi menimbulkan gempa berkekuatan 6,4 SR di Kota Surabaya.

Maka, adanya dua patahan atau sesar yang disosialisasikan oleh Kementerian PUPR RI sejak tahun 2018 yang lalu tersebut harus tetap disikapi dengan penuh kewaspadaan oleh warga Kota Surabaya.

Karena gempa itu datangnya kapan kita tidak pernah tahu. Jadi kami sebagai warga Kota Surabaya senantiasa harus selalu melakukan kesiapsiagaan jika sewaktu-waktu terjadi gempa. Dan untuk itu karyawan di perusahaan ini dilatih dengan cara simulasi,” terang Direktur PT Teknindo Geosistem Unggul Wahyu P Kuswanda.

Berita Menarik Lainnya:  Kukuhkan Pengurus PWRI, Bupati Salwa Ajak Anggota PWRI Turut Andil Membangun Bondowoso

Wahyu menambahkan simulasi kondisi darurat wajib dilakukan karena perusahaan telah menerapkan sistem manajemen K3 standart ISO.

Jadi beberapa kondisi darurat yang selalu kita simulasikan adalah kebakaran dan gempa,” imbuh Wahyu.

Reporter : Ali Wafa

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *