Nelayan Kecil di 4 Kecamatan Demo Tolak Alat Tangkap Jaring Selerek

Keterangan foto : Masyarakat nelayan kecil menolak keras Alat Tangkap Jaring jenis Selerek bersama Nurhasan kades Puger kulon.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JEMBER – Masyarakat nelayan kecil yang berada di empat Kecamatan yakni Kecamatan Puger, Ambulu, Gumukmas dan Kencong berunjuk rasa di depan Kantor Balai Desa Puger Kulon.

Mereka menolak keras dengan adanya rencana pengoperasian alat tangkap jaring jenis selerek atau pukat di perairan laut Jember dan Lumajang, Kamis (27/1/2022).

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

“Kami menolak dengan keras jika rencana alat tangkap jaring jenis selerek atau pukat dilegalkan oleh pemerintah dan dinas terkait, sejak nenek moyang kami dahulu kala melarang dengan adanya alat tangkap jaring.jenis selerek, hukum adat nelayan Jember menolak keras,” ungkap Timbul Nelayan Puger.

Berita Menarik Lainnya:  Aksi Peduli Covid 19, Braver Chapter Surabaya Gelar Baksos Bagi Sembako

“Kami juga meminta agar pemerintah memasang spanduk pelarangan terhadap jaring jenis selerek,” imbuhnya.

Ketua Koordinator nelayan kecil, Marsuki menjelaskan, kepada wartawan beritabangsa.com, bahwa alat tangkap jenis selerek sejak dari dulu tidak diperbolehkan, karena sangat merugikan nelayan kecil.

“Alat tangkap jaring jenis selerek atau pukat satu kali angkut saja bisa mengangkut ikan puluhan ton bahkan ratusan ton,” imbuhnya.

Kemudian kalau ini dilegalkan oleh Pemerintah atau Dinas terkait, tidak menutup kemungkinan nelayan selerek dari Kabupaten Banyuwangi, Sendangbiru Malang akan datang untuk berlabuh dan menangkap ikan di perairan Jember dan Lumajang.

Berita Menarik Lainnya:  Hadiri Upacara Kemerdekaan Ke 75, DPRD Bondowoso: Upacara Ini Beda dan Unik

Aspirasi nelayan kecil, disampaikan kepada Kepala Desa Puger Kulon, Nurhasan untuk lebih lanjut disampaikan kepada Pemerintah dan Dinas terkait.

Kepala Desa Puger Kulon Nurhasan, ketika dikonfirmasi wartawan menjelaskan, bahwa pihaknya menampung aspirasi masyarakat nelayan kecil, para nelayan kecil tidak setuju dengan rencana operasinya jaring selerek di perairan Jember dan Lumajang.

Alasannya nelayan kecil akan kehilangan penghasilan, walaupun keberadaan jaring selerek diatur zona, namun masyarakat nelayan kecil tidak percaya.

“Nantinya nelayan kecil tetap kalah bersaing,” tutur Hasan.

Lebih lanjut Nurhasan akan menjembatani Kepada Dinas Perikanan dan Kelautan setempat, Polairud dan TNI Al, dan akan diteruskan kepada Bupati Jember H Hendy Siswanto

Berita Menarik Lainnya:  Woro - woro dan Sosialisasi PTSL Desa Puger Kulon

“Imbauan kepada masyarakat jangan berbuat anarkis, dan kami memohon kepada nelayan yang mempunyai alat tangkap jaring selerek menahan diri untuk tidak mengoperasikan,” paparnya.

Di tempat terpisah wartawan mengkonfirmasi Kelapa Pelabuhan Perikanan Puger, Jatmiko terkait demo nelayan kecil, pihaknya siap mendukung masyarakat kecil, mengikuti kebijakan dari pemerintah juga dari jajaran Polairud TNI Al dan Polres Jember.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Kepala Pelabuhan Perikanan Pantau Puger, hukum laut kebijakannya ada di Pemerintah Provinsi dan Pusat, terkait dengan masyarakatnya adalah kebijakan dari Dinas terkait Pemerintah Kabupaten dan aparat setempat.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280