Cek Cok Saat Merumput, Nyawa Melayang

Kapolres didampingi Kasat Reskrim dan Kanit Pidum sedang menanyai pelaku
Kapolres didampingi Kasat Reskrim dan Kanit Pidum sedang menanyai pelaku
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-LUMAJANG – Gegara salah paham dan cek cok Matrum (42) alias Siswanto warga Desa Jatisari, Kecamatan Kedungjajang, tewas dengan luka bacok di leher sebelah kiri hingga dada.

Kasus penganiayaan berujung hilangnya nyawa seseorang terjadi Senin (27/2/2022), hanya dipicu cek cok korban dengan pelaku.

Bacaan Lainnya

Demikian dibeber Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, Selasa (28/03/2022) sore tadi sambil mengimbau masyarakat agar tidak mudah emosi menghadapi persoalan kehidupan.

Berita Menarik Lainnya:  Jenazah Covid Direbut, Petugas Pemakaman Dilempari Batu dan Dibanting

Kapolres Lumajang,meminta agar dalam menghadapi urusan masyarakat lebih memilih unsur positif terlebih dahulu agar tidak terjadi sebuah gesekan antar warga.

“Jangan sampai seperti kasus yang dialami Matrum (42) alias Siswanto itu,” ujarnya.

“Pelaku yang membacok korban hingga tewas itu adalah keponakan sendiri bernama Sandi (32) warga Dusun Sekarmulyo, Desa Tunjung, Kecamatan Gucialit,” imbuh Kapolres.

Saat itu korban dan pelaku mencari rumput untuk pakan ternaknya di lokasi yang sama. Semula keduanya mengobrol biasa. Pelaku menanyakan pohon sengon milik ibunya, karena pelaku berniat ingin menjualnya.

Ads

Namun, korban mendadak emosi. Akhirnya keduanya terlibat cek cok mulut. Tak lama kemudian korban menyerang pelaku dengan celurit miliknya dan mengenai telinga dan jari pelaku.

Berita Menarik Lainnya:  [Jangan Ditiru] Akibat Miras Oplosan, Tiga Warga Bondowoso Tewas

“Pelaku yang mendapat serangan tiba-tiba, spontan menyabetkan celurit miliknya ke arah korban dan mengenai leher korban sampai ke dada yang menyebabkan korban langsung tewas seketika,” terang mantan Kapolres Madiun ini.

Ads

Saat ini pelaku sudah diamankan beserta barang bukti berupa 1 celurit milik tersangka, 1 celurit milik korban, 1 kaos lengan panjang warna biru, 1 pasang sepatu bot warna hitam, 1 topi warna hitam, 1 tali tampar warna biru, 1 unit sepeda motor Honda Supra Nopol N 3044 YAK.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 338 KUHP sub 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

“Sekali lagi saya tegaskan kepada warga masyarakat, jangan terlalu cepat emosi, segala sesuatu tak harus diselesaikan dengan senjata tajam cari keadilan melalui laporan ke polisi. Sehingga tidak ada lagi korban korban akibat pelampiasan emosi atau selisih paham,” tutupnya.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800