Berikut Kejanggalan di TKP 2 Pria Tewas di Sawah

Standard (Jagang Tengah) Motor yang ada di dekat dua dalam posisi difungsikan
Standard (Jagang Tengah) Motor yang ada di dekat dua dalam posisi difungsikan
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SIDOARJO- Secerdik apapun menutupi kejahatan pasti terbongkar juga. Hal itu dibuktikan dengan temuan lima kejanggalan di tempat kejadian perkara (TKP) penemuan dua pria Tewas di Dusun Tempel, Desa Balongdowo, Candi, Sidoarjo.

Tim gabungan yang menggelar olah TKP Pada Minggu (22/05/22) terdiri dari Unit Gakkum (Unit Laka Lantas) Satlantas Polresta Sidoarjo, Unit Reskrim Polsek Candi dan Unit Identifikasi Inafis Satreskrim Polresta Sidoarjo.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Medical Bikers Community Bersama Puskesmas Banjar Gelar Baksos di Pajeruan
banner 1920x1080

Kanit Laka, Satuan Lantas, Polresta Sidoarjo, AKP Sugeng Sulistyono menjelaskan setelah Tim gabungan yang terdiri dari Unit Laka, Unit Identifikasi Inafis dan Unit Reskrim Polsek Candi melakukan olah TKP menyimpulkan 5 kejanggalan dalam kasus kematian dua pria ini.

“Tim gabungan menemukan lima kejanggalan saat olah TKP,” jelasnya.

Kejanggalan pertama yang ditemukan petugas adalah posisi standard atau Jagang tengah posisi menyentuh tanah. Dan perlu diketahui bahwa standar itu bisa dipergunakan pada saat motor berhenti saja. Jika motor dikendarai, posisi standard pasti dilipat.

“Saat olah TKP, saat posisi motor terbalik roda di atas, tampak standard sedang berfungsi. Berarti saat itu motor dalam keadaan berhenti atau parkir dengan menggunakan standard tengah,” jlentreh Sugeng.

Berita Menarik Lainnya:  Status Gunung Raung Naik, Kapolres Bondowoso Tinjau Langsung Jalur dan Tempat Evakuasi Warga

Kejanggalan kedua, petugas tidak menemukan benturan benda keras atau pun goresan aspal ataupun di plengsengan yang membatasi parit dengan jalan. Pemeriksaan itu dilakukan petugas dengan radius beberapa meter dari motor maupun korban ditemukan.

“Di jalan maupun plengsengan tidak ditemukan bekas goresan,” terangnya.

Untuk kejanggalan yang ketiga, berawal saat petugas memeriksa posisi gigi perseneling. Saat itu gigi perseneling pada posisi gigi 3. Jika posisi gigi tiga digunakan, kecepatan motor ideal adalah 50 – 60 Km per jam.

Jika mengalami kecelakaan dengan kecepatan 50 Km per jam, kemungkinan motor korban akan melampaui parit dengan lebar sekitar 1 meter itu, atau bisa juga jatuh di sawah. Namun posisi jatuh motor korban berada di parit dan terbalik.

Berita Menarik Lainnya:  Hari Air Sedunia, Jatim Tanam Pohon Massal dan Tebar Bibit Ikan

“Posisi jatuh sepeda motor tidak sesuai dengan arah jatuhnya,” ungkap Perwira dengan Balok Tiga di pundaknya itu.

Sedangkan kejanggalan ke-4 adalah posisi jatuhnya korban berseberangan antara korban ke-1 dengan korban ke-2.

Dan kejanggalan yang ke-5 adalah luka-luka pada kedua tubuh korban tidak ada luka parut seperti korban kecelakaan pada umumnya.

“Luka yang dialami korban tidak menunjukkan kejadian Laka lantas. Dan kesimpulan petugas bahwasanya Kejadian tersebut seolah-olah disetting, seperti kecelakaan,” pungkasnya.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait