Belasan Penyuplai Sengon Gelar Aksi Didepan Pabrik PT Indah Karya Plywood

Bondowoso, Beritabangsa.com – Belasan penyuplai Sengon antar kota, mendatangi pabrik pengolahan kayu Bondowoso Indah Plywood (BIP), PT Indah Karya Persero, di Desa Pekauman Kecamatan Grujugan Bondowoso, Rabu (24/06/2020).

Aksi demo tersebut bukan tanpa sebab, para penyuplai itu meminta pihak perusahaan segera membayarkan uang pemasokan sengon atau downline pembayaran, yang sudah menunggak hingga sembilan bulan.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Haru : Dekan Fakultas Hukum Unej Resmi Kukuhkan 59 Yudisium
banner 1920x1080

Kordinator aksi demo, Nanang Sampurno mengatakan, total tagihan Rp 9,9 miliar dari sebelas supplier. Terhitung sejak Oktober 2019 atau sembilan bulan lalu.

Tuntutan hari ini, kami minta dibayar 30 persen untuk pembayaran bulan ini. Tapi untuk saat ini, belum ada keputusan dari pihak manajemen. Intinya kita masih deadlock,” katanya.

Penyuplai asal Sragen itu memaparkan, bahwa alasan pihak pabrik tidak masuk akal. Padahal bahan jadi (triplek) sudah habis terjual, namun penyuplai kayu tak dibayar.

Kita berhenti nyuplai, karena semua modal ceket di sini (pabrik), sudah habis. Sudah terkuras,” paparnya saat dikonfirmasi.

Berita Menarik Lainnya:  Usai Erupsi Semeru, Warga Evakuasi Ternaknya

Pihaknya mengaku telah melakukan itikad baik, berkomunikasi dengan pihak pabrik, sejak Desember 2019 lalu. Namun tidak ada titik temu.

Kita ditemui manager BIP tadi, bukan direksi. Karena direksinya ada di Bandung,” imbuhnya.

Dijelaskannya juga, perusahaan sendiri berjanji akan membayar 10 persen untuk Bulan Juni ini. Namun hingga hari ini, belum ada realisasi.

Pihaknya berharap, modal milik penyuplai tersebut segera dibayarkan pihak perusahaan. “Inginnya seperti itu (dibayarkan 100 persen),” harapnya.

Berita Menarik Lainnya:  Wagub Emil Tinjau Pusat Vaksinasi Covid-19 di Tiga Stasiun

Untuk Informasi, belasan penyuplai tersebut datang dari berbagai kabupaten/kota. Mulai Banyuwangi, Sragen, Jember, Bondowoso, Blitar, Lumajang bahkan dari Sulawesi.

Pantauan di lokasi , dengan dijaga TNI-Polri, para penyuplai sengon itu berjalan dari depan pabrik BIP, PT Indah Karya Persero, dengan membawa spanduk bertuliskan kritik. Misalnya ‘PT Indah Karya Persero milik negara, bikin supplier menderita’ dan sebagainya. Sementara pihak pabrik BIP belum bisa ditemui untuk dikonfirmasi.

Reporter : Muslim

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *