2 Pria Tewas Balongdowo Diduga Korban Pembunuhan

Tim INAFIS Polresta Sidoarjo saat olah TKP di Desa Balongdowo Kecamatan Candi
Tim INAFIS Polresta Sidoarjo saat olah TKP di Desa Balongdowo Kecamatan Candi
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SIDOARJO- Dua orang yang ditemukan tewas tertelungkup bertumpukan di parit persawahan, Dusun Tempel Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Minggu (22/05/2022), diduga korban pembunuhan.

Hal tersebut berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), yang tidak ditemukan unsur atau adanya tanda-tanda kedua korban meninggal dunia karena kecelakaan.

Bacaan Lainnya
banner 800x800

Kanit Laka, Satuan Lantas, Polresta Sidoarjo, AKP Sugeng Sulistyono mengatakan identitas kedua korban yang ditemukan tewas itu adalah Wahyu Purnawan (35) warga Dusun Kalitengah Selatan, Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin dan Agung Mochamad Sadeli (36) warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk.

Berita Menarik Lainnya:  Baksos Korban Bencana Banjir Bandang, Laskar Sholawat Doakan Kondisi Masyarakat Ijen Cepat Pulih

Sedangkan di sebelah utara kedua korban tewas ditemukan sepeda motor Honda Supra 125 warna hitam bernopol W 5464 TU. Dengan posisi terbalik atau posisi kedua roda ada di atas.

Ads

“Berdasarkan hasil olah TKP tim Unit Gakkum (Unit Laka Lantas), Unit Reskrim Polsek Candi dan Unit Identifikasi Inafis Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo, tidak ditemukan kejadian yang mengarah kedua korban masuk dalam kasus Laka lantas,” katanya Sugeng

Sugeng menjelaskan berdasarkan hasil olah TKP tim gabungan itu, di lokasi kejadian (jalan) dengan kondisi antara jalan dengan parit ada pembatas plengsengan. Dan ketinggian plengsengan itu diperkirakan setinggi 50 cm dari jalan. Jika motor pelaku masuk ke Parit otomatis melewati plengsengan setinggi 50 cm tersebut.

Ads

“Di jalan maupun, di plengsengan tidak ditemukan goresan tanda kecelakaan maupun benturan benda keras,” terangnya.

Berita Menarik Lainnya:  Kerjasama Parkir Diteken, Gus Muhdlor Minta PT ISS Berdayakan Para Jukir

Sugeng melanjutkan, sejumlah luka korban juga bukan luka yang menunjukkan kejadian kasus Laka Lantas, seperti luka gores di kulit.

“Unit Gakkum (Unit Laka Lantas) menyimpulkan kejadian tersebut, seperti disetting (direkayasa) seolah-olah keduanya adalah korban Laka Lantas. Karena itu, petugas Piket Gakkum berkoordinasi dengan petugas Piket Reskrim Polsek Candi untuk penanganan dan proses lebih lanjut kasus kematian kedua korban itu,” tegasnya.

Dalam hal ini Tim Unit Gakkum dan Unit Reskrim Polsek Candi sudah menemui pihak keluarga kedua korban di kamar jenazah RSUD Sidoarjo. Setelah petugas menyampaikan sesuai hasil cek kondisi jenazah kepada keluarga. Dan untuk lebih mengetahui lebih mendalam penyebab kematian kedua korban harus dilakukan diautopsi tak cukup dengan visum luar saja.

Berita Menarik Lainnya:  Identifikasi Korban Tabrakan, Polres Bangkalan Ambil Data Ante Mortem Keluarga

“Sayangnya, kedua pihak keluarga korban tidak mengijinkan untuk dilakukan otopsi. Selanjutnya, kedua keluarga korban sudah sepakat membuat surat pernyataan tidak mau diotopsi. Kasus ini, sekarang ditangani Unit Reskrim Polsek Candi,” pungkasnya.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

Pos terkait