Pemkab Probolinggo Segera Bangun KIHT di Lahan 2,5 Hektare

Plt Kepala Disperindag Muhammad Natsir saat meninjau lokasi lahan KIHT | Foto: Ali
Plt Kepala Disperindag Muhammad Natsir saat meninjau lokasi lahan KIHT | Foto: Ali
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-PROBOLINGGO – Tahapan pembentukan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Kabupaten Probolinggo memasuki babak baru. Pasalnya saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) telah menyediakan lahan seluas 2,5 hektare di Desa Sumberrejo, Kecamatan Paiton, Jumat (24/12/2021).

Ads

“Alhamdulillah, lahan untuk KIHT sudah tersedia sekitar 2,5 hektar di Desa Sumberrejo Kecamatan Paiton. Ke depan akan disediakan lagi lahan sekitar 5 hingga 10 hektar di Desa Sumberrejo Kecamatan Paiton,” kata Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mohammad Natsir.

Bacaan Lainnya

Setelah tersedia lahan di 2021 jelas Natsir, maka pada 2022 rencana pembangunan akan mulai dilakukan dengan anggaran sebesar Rp 12 miliar untuk 7 hingga 10 gedung yang dapat menampung 30 pengusaha Industri Kecil Menengah (IKM) rokok.

Rencananya KIHT ini akan menyerap tenaga kerja sebanyak 2000 orang.

“Kebutuhan tenaga kerja itu karena fokus pada 2022 ini ke Sigaret Kretek Tangan (SKT) dulu. Setelah itu kita akan mencoba pada Sigaret Kretek Mesin (SKM). Pada 2022, Kementerian Perindustrian akan membantu mesin untuk SKM-nya,” jelasnya.

Sebelum memilih Desa Sumberrejo Kecamatan Paiton terang Natsir, pihaknya melakukan studi kawasan pada 7 wilayah yang dipilih.

Dari 7 wilayah tersebut oleh konsultan akhirnya ditentukan Kecamatan Paiton.

Dari Kecamatan Paiton ini kemudian ditentukan titik – titik mana. Karena ini Kawasan Industri Hasil Tembakau yang merupakan padat karya, maka lokasinya harus berada di jalan arteri primer yaitu di jalan nasional.

“Oleh karena itulah akhirnya dipilih Desa Sumberrejo Kecamatan Paiton,” tandasnya.

Menurut Natsir, setelah menentukan titik lokasi yang sesuai tersebut pihaknya mulai melakukan pembebasan lahan yang sangat panjang sekali melalui appraisal. Setelah appraisal, baru menentukan negoisasi dengan pemilik tanah.

“Alhamdulillah pemilik tanah sangat welcome sehingga tanahnya bisa dibebaskan untuk menjadi Kawasan Industri Hasil Tembakau,” tegasnya.

Dengan adanya KIHT ini tegas Natsir, semua akan difasilitasi mulai dari cukainya, kemasannya berkolaborasi dengan Rumah Kemasan milik Disperindag Kabupaten Probolinggo serta perizinannya.

Lokasi tersebut sudah sesuai dengan detail RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah).

“Jadi begitu dibangun, IMB bisa langsung diproses dan semua proses perizinan maupun cukaiya sudah siap. Nanti pengusaha IKM yang kemarin mati suri sekitar 30 IKM rokok ini akan hidup lagi dan akan menyerap 2.000 orang tenaga kerja,” ujarnya.

Lebih lanjut Natsir menjelaskan KIHT ini bertujuan untuk menumbuhkan ekonomi lokal serta rokok yang illegal itu menjadi legal dan akan tenang berusaha. Selain itu pengusaha IKM rokok ini akan lebih jujur dan lebih enak.

Di samping itu Pemerintah Daerah merasakan dampak yang luar biasa dengan adanya KIHT. Dengan demikian rokok – rokok ilegal di hulu dan hilirnya sudah tidak ada.

Dengan adanya KIHT ini harapannya rokok – rokok yang mati suri harus bergabung di tempat yang sudah disiapkan.

“Pada tahun 2022 kita bangun sekitar 7 hingga 10 lokal karena kalau ikut aturan PMK yang baru harus minimal 200 meter persegi. Tapi dengan adanya KIHT, satu lokal itu bisa diisi 3 hingga 4 IKM. Setelah pembangunan di tahun 2022, pada tahun 2023 akan dilakukan pembebasan lahan lagi dan dibangun lagi tahun 2024,” ungkapnya.

Natsir menambahkan para pengusaha IKM rokok ini sangat antusias, sangat welcome dan akan berusaha lagi karena fasilitas ini sangat menguntungkan mereka.
Bayangkan mereka semua difasilitasi serta tinggal menyiapkan tenaga kerja dan bahan bakunya.

KIHT disediakan, dikembangkan dan dikelola oleh pengusaha Kawasan Industri Hasil Tembakau atau disebut juga dengan pengusaha kawasan.

Harapannya dengan pembentukan KIHT ini sudah tidak ada lagi rokok – rokok ilegal di Kabupaten Probolinggo.

Pos terkait

banner 768x1152