Pasca Pandemi, Pemkab Bondowoso Realisasikan Program yang Berpihak ke Masyarakat

Bupati Bondowoso
Bupati Bondowoso, Drs. Salwa Arifin saat sambutan dalam acara Program Sekoper PKH
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-BONDOWOSO- Berbagai kesulitan muncul setelah dunia dihantam pandemi Covid-19, tak terkecuali di Kabupaten Bondowoso. satunya permasalahan sosial seperti lumpuhnya beberapa sektor perekonomian, angka kemiskinan naik dan pernikahan dini menanjak.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus berupaya untuk melaksanakan program-program yang berpihak pada masyarakat ke depan pasca pandemi ini.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Demikian diungkapkan Bupati Bondowoso Drs KH Salwa Arifin saat acara sosialisasi pendampingan alumni Grant Scheme-Australian Award (AGS) pada program sekolah perempuan untuk peningkatan kualitas hidup (SEKOPER PKH) bagi KPM PKH 2022 di Pendapa Bupati setempat, Selasa (24/5/2022).

Berita Menarik Lainnya:  Dari Rumah Baca, Edy Rintis Kampung Dongeng Bondowoso

Sosialisasi kali ini dihadiri, Sekda Bondowoso, Asisten I Setda, Kepala Dinsos P3AKB, perwakilan alumni Grant Scheme-Australian Award (AGS) dan diikuti oleh seluruh pendampingan PKH (Program Keluarga Harapan) Bondowoso.

Bupati Salwa Arifin menyampaikan, perkawinan anak meningkat akan kontraproduktif dengan program pemerintah soal pendewasaan usia perkawinan.

Menurutnya, banyak masyarakat yang menganggap dengan menikahkan anak mereka, akan mengurangi beban ekonomi keluarga. Tanpa disadari justru akan membuka masalah lain yang lebih rentan.

Salah satunya muncul keluarga miskin baru. Kemungkinan anak lahir stunting karena usia ini belum cukup umur dan kurangnya gizi anak dan ibu.

Berita Menarik Lainnya:  Gelar Audiensi dengan Polrestabes, BNPM Surabaya Suarakan 3 Tuntutan

“Hal ini tentunya menjadi tugas kita bersama. Bukan hanya pemerintah, namun juga masyarakat dan segenap perangkat pemerintah terkait,”ungkapnya.

Menurut Bupati Salwa, salah satu upaya Pemkab Bondowoso adalah dengan peningkatan kapasitas perempuan.

“Mengapa perempuan, karena perempuan adalah tonggak keluarga. Apabila seorang ibu memiliki pengetahuan yang memadai, tidak menutup kemungkinan akan tercipta keluarga sehat harmonis dan mandiri,” urainya.

Diakui, pihaknya mengapresiasi pendampingan oleh AGS pada program Sekoper PKH bagi KPM PKH ini. Terlebih lagi, program tersebut telah meraih juara 1 pada lomba inovasi di lingkungan Pemkab Bondowoso 2021 lalu.

Berita Menarik Lainnya:  Karena Pandemi, Tempat Wisata di Bondowoso Tutup Selama Libur Lebaran

Adapun sasaran Sekoper PKH adalah ibu-ibu hebat yang merupakan keluarga penerima manfaat PKH. Tentunya program ini terkait peningkatan kapasitas perempuan.

“Saya sampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada AGS atas pendampingan yang diberikan pada program sekolah perempuan untuk meningkatkan kualitas hidup bagi KPM PKH,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB), Anisatul Hamidah mengaku sangat prihatin akan fakta pernikahan dini di Bondowoso.

“Setelah kami tanyakan karena mereka tidak sekolah, nganggur di rumahnya, seharusnya tidak nganggur. Mungkin karena pergaulan terpaksa dilakukan nikah dini,” tandasnya.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280