Akhir 2021, Jumlah Janda Baru Tembus 690

Sidang putusan pengadilan agama | Foto: Adi
Sidang putusan pengadilan agama | Foto: Adi
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-PROBOLINGGO – Jumlah janda di Kota Probolinggo semakin banyak. Bahkan, dalam setahun terakhir bertambah 690 janda baru. Mereka merupakan perempuan yang dinyatakan telah resmi bercerai melalui Pengadilan Agama (PA) Kota Probolinggo.

Dalam kurun waktu terhitung Januari sampai Desember 2021, PA Kota Probolinggo telah memutus 726 perkara perceraian.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Waspada, Kejahatan Siber Makin Marak
banner 1920x1080

Dari ratusan perkara itu, mayoritas berupa cerai gugat. Atau, perceraian yang diajukan pihak perempuan. Masalahnya, mayoritas karena faktor ekonomi.

Humas PA Kota Probolinggo Mulyadi mengatakan, selama Januari Sampai Desember 2021 belakangan perkara perceraian yang masuk dan diputus meningkat.

Naiknya jumlah perkara perceraian ini tentu menjadi atensi. Karena, dalam kondisi pandemi Covid-19, justru banyak pasangan suami istri (pasutri) yang memutuskan mengakhiri perkawinannya.

Kalau dilihat dari tren selama 1 tahun belakangan, memang ada kenaikan jumlah putusan. Baik perkara perceraian talak atau gugat.

Berita Menarik Lainnya:  OJK : Akhir 2021 Sektor Jasa Keuangan Stabil

“Namun, jika dilihat dari jumlah perkara yang masuk dan disidangkan, angkanya naik turun,” ujarnya,

Berdasarkan data PA, pada satu tahun terdapat 168 perkara cerai talak. Sejumlah 172 perkara telah diputus. Sementara, cerai gugat terdapat 354 perkara yang diterima dan 367 kasus sudah di putus

Perkara yang sudah diputus mayoritas cerai gugat yang dilayangkan pihak istri. Putusannya juga mengalami kenaikan,” ujarnya.

Terkait faktor utama penyebab perceraian, kata Mulyadi, banyak pasangan yang berkeinginan mengakhiri ikatan perkawinannya karena faktor ekonomi.

Berita Menarik Lainnya:  Malam Tirakatan 17 Agustus, Momentum Pupuk Nasionalisme

Sehingga salah satu pihak merasa pasangannya tidak mampu memberikan nafkah materi selama mengarungi bahtera rumah tangga.

Selain itu, ada alasan lain yang diungkapkan sebagai alasan memilih bercerai. Yakni, adanya cekcok berkepanjangan dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Ada juga karena akhlak tidak baik yang ditunjukkan pasangannya, seperti sering judi, mabuk, dan berselingkuh.

Banyak alasan yang diutarakan untuk bercerai. Mayoritas memang alasan ekonomi. Jika dipersentase mencapai 60 persen.

Sementara, 40 persen alasannya beragam mulai dari KDRT hingga berselingkuh.

banner 600x310

Pos terkait