Mengenal Adat Tlatah Desa Ledok Kulon dan Ledok Wetan Bojonegoro

Adat Tlatah
Prosesi pelaksanaan Adat Tlatah kirab mengelilingi Desa Ledok Kulon dan Ledok Wetan yang diikuti Penduduk Tanah Kelahiran
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-BOJONEGORO- Tahun baru Islam, 1 Muharram 1444 H, Kelurahan Ledok Kulon dan Ledok Wetan Kabupaten Bojonegoro, menggelar ritual kirab pusaka atau haul tokoh sesepuh Kelurahan Ledok, Kabupaten Bojonegoro, Ki Andong Sari.

Ads

Kepala Desa Kelurahan Ledok Wetan, Sutiyani Pertiwi, mengatakan ritual ini sebagai bentuk selamatan rutin setahun sekali, sebagai adat istiadat budaya warga Kelurahan Ledok Kabupaten Bojonegoro, Senin (01/08/2022).

Bacaan Lainnya

“Kirab Pusaka Ki Andong Sari memang harus dilestarikan, Karena ini merupakan adat/budaya di Tlatah Ledok,” ucapnya.

Sutiyani Pertiwi menjelaskan prosesi ritual kirab keliling melintasi dua kelurahan dengan membawa sejumlah pusaka ini dilanjutkan esok harinya, berupa Manganan dan doa bersama di lokasi TPU Ki Andong Sari atau dikenal dengan nama Temenggung Metaun.

“Sejarahnya, sebutan Tumenggung Mentaun dikarenakan sebagai pejuang di masa penjajahan Belanda,” imbuhnya.

Dalam kirab kali ini, ada sedikitnya 8 pusaka yang dikirab antara lain pusaka Gagak Cemani, Godong Andong, Galih Kelor, Menjalin Bang, Menjalin Porong, Pedang Cakra Budaya, Kentrung, dan Kutang Onto Kusumo.

Selendang dan beberapa pakaian disimpan di kotak pusaka yang tidak diperbolehkan dibuka untuk umum.

Selain itu, dengan ritual kirab pusaka Ki Andong Sari, ratusan warga Kelurahan Ledok Kulon dan Ledok Wetan begitu antusias turut andil dalam prosesi iring-iringan kirab pusaka. Mulai dari pembawa pusaka hingga bermacam kreasi dan kreativitas yang disuguhkan.

“Kita tingkatkan adat istiadat budaya ini supaya masyarakat dan anak cucu bisa lebih memahami makna dari semua ini,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

Pos terkait

banner 768x1152