LBSI Kawal Warga Protes Proyek Irigasi ke Wakil Rakyat

Lahan
Lahan pak Sugi yang diduga dicaplok proyek irigasi
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-LUMAJANG – Adanya temuan proyek rehabilitasi jaringan irigasi Duk (paket 2) Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, Rp2.386.335.000 dana dari IPDMP, LSM Lumajang Bergerak Satu Indonesia (LBSI) mengawal warga protes ke DPRD Lumajang terkait indikasi mencaplok tanah warga.

Menurut Ketua LBSI Lumajang, Hari, pihaknya berkirim surat kepada wakil rakyat untuk menyelesaikan persoalan keluhan warga.

Bacaan Lainnya
banner 800x800

“Besok kami akan kirim surat ke Ketua DPRD Lumajang agar permasalahan warga lebih cepat kelar,” ujar Hari di tempat kerjanya, Kamis (23/6/2022).

Berita Menarik Lainnya:  Gelar Kampung Ramadan, Ansor-Fatayat Santuni 160 Anak Yatim

Jika persoalan ini dapat diselesaikan oleh wakil rakyat, pihaknya tidak akan melanjutkan perkara ini ke Aparat Penegak Hukum (APH).

“Jika persoalan warga bisa diselesaikan oleh bapak wakil rakyat, maka kami tidak akan melanjutkan perkara ini ke Polda Jatim,” tegas pria asal Kecamatan Gucialit ini.

Data di lapangan, batas waktu pelaksanaan proyek kurun 21 Januari 2022 sampai 30 April 2022. Pelaksana proyek adalah CV Lima Jaya Lumajang dengan Konsultan Pengawas CV Tri Mukti Andayani Surabaya. Pelaksana proyek terindikasi asal-asalan dan merugikan warga.

Ads

Salah satu warga yang dirugikan proyek adalah Sugi. Dia menerangkan lahannya termakan alat berat dan berkurang beberapa meter.

Berita Menarik Lainnya:  E-Tilang Sistem Statis dan Dinamis Diberlakukan di Kota Probolinggo

“Dulu sungai ini adalah saluran irigasi selebar 2 meteran. Karena sebelah bawah sering longsor, maka perlu diperbaiki, kok malah dilebarkan tanpa izin kepada warga sekitar,” terangnya.

Memang kata Sugi, rekanan CV yang mengerjakan proyek tidak ada sopan. Alat berat diturunkan malah merusak sebagian lahan milik lahan warga.

“Pernah kita mengeluh kepada Kepala Desa (Kades), namun tidak ada tindak lanjutnya, sebab pihak desa sendiri juga tidak diajak rundingan sama pihak CV,” tambah Sugi.

Terkait kompensasi, sempat disampaikan pihak rekanan, sampai detik ini tidak muncul, namun dari Sekcam Tempeh, sejumlah warga bisa diredam dengan pengertian aliran sungai diperbaiki untuk kepentingan umum.

Dari data media ini, selain lahan milik Sugi, ada juga lahan milik Sunari, pensiunan guru sebelah timur sungai utara jalan. Kemudian lahan milik Zaenal Arifin, guru SD Tumpeng 3 lokasi di utara jalan barat sungai.

Berita Menarik Lainnya:  14 Tahun Jadi Sales, Cak Mangun Warga Probolinggo Sukses Rintis Warung Bebek

Pihak CV Lima Jaya, saat dikonfirmasi mengatakan pekerjaan itu hanya diterima dari Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Lumajang. Samsudin selaku Direktur CV Lima Jaya, menjawab singkat pertanyaan wartawan.

“Kami hanya pelaksananya saja, bukan perencana. Coba ditanyakan ke dinas saja,” jawabnya singkat.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

Pos terkait