Korban Meninggal Erupsi Semeru Dipastikan jadi 48 Orang

KH Ma'ruf Amin, Wapres batal ke Lumajang, karena situasi cuaca dan semeru yang mengeluarkan Vulkanik kembali, Kamis (16/12/2021) terhenti di Juanda | Foto: Humas Pemprov Jatim
KH Ma'ruf Amin, Wapres batal ke Lumajang, karena situasi cuaca dan semeru yang mengeluarkan Vulkanik kembali, Kamis (16/12/2021) terhenti di Juanda | Foto: Humas Pemprov Jatim
Silahkan Share ke :

Beritabagsa.com, Surabaya – Update terkini penanganan pasca erupsi Gunung Semeru, per hari Kamis (16/12/2021) tercatat 48 orang dinyatakan meninggal dunia.

Dalam catatan media ini, erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (4/12/2021) pukul 15.20 WIB lalu itu juga membuat 18 orang mengalami luka bakar berat dan 17 orang lainnya luka ringan.

Bacaan Lainnya

Erupsi sore itu mengeluarkan awan panas di wilayah Lumajang dan sekitarnya itu mengakibatkan kerusakan baik parah maupun ringan di 21 Kecamatan di Lumajang.

Berita Menarik Lainnya:  Buka PERSEMI di Jember, Gubernur Harap Jadi Referensi Kegiatan Pramuka di Indonesia

Kerusakan akibat erupsi Desember 2021 ini membuat 10.565 orang warga mengungsi akibat muntahan lahar dingin dari kawah gunung tertinggi di Pulau Jawa ini.

Ribuan pengungsi tersebar di 151 titik pengungsian yang tersebar baik di Kabupaten Lumajang maupun Kabupaten Malang.

19 titik diantaranya terpusat, sedangkan 132 lainnya tersebar secara mandiri oleh masyarakat.

Dua Lokasi Relokasi

Usai mendapat kepastian dari Wakil Presiden RI Makruf Amin, terkait pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) telah disiapkan lahan relokasi.

Kata Wapres Makruf Amin, yang sedianya ke Lumajang namun karena terjadi letupan di Semeru maka terhenti di Bandara Juanda, Sidoarjo, Kamis (16/12/2021).

Berita Menarik Lainnya:  Puluhan Ekor Sapi di Sampang Diduga Terjangkit Wabah PMK

Kata Wapres pemerintah pusat bersama lembaga terkait telah menyiapkan lahan dengan total luasan 90,98 Hektare (Ha) yang terbagi di dua wilayah yaitu Desa Sumberwujur, Kecamatan Candipuro dan di Desa Oro Oro Ombo Kecamatan Pronojiwo.

“Penentuan dua lokasi tersebut sepenuhnya berdasarkan Hasil Rapat antara Pemkab Lumajang dengan Badan Geologi ESDM pada Rabu (15/12) lalu. Dinyatakan bahwa kondisi geografis kedua lokasi masuk zona aman, karena rendah terhadap potensi gempa,” ujarnya.

Atas persetujuan tersebut, Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan konsep Huntara dan Huntap yang nyaman dan memberikan ruang untuk melakukan aktivitas ekonomi.

“Insya Allah lokasi huntara yang akan dibangun nantinya juga akan jadi lokasi hunian tetap (huntap) yang sedang kami siapkan juga,” kata Bupati Thoriqul.

Berita Menarik Lainnya:  Tak Bawa Kartu Vaksin, Pelanggan Bravo Swalayan Jombang Putar Balik

Tak hanya itu, dia juga memastikan dalam upaya relokasi tersebut tetap memberikan ruang aktivitas ekonomi warga. Salah satunya dengan menyiapkan lahan komersil.

“Itu bisa dimanfaatkan menjadi kandang terpadu. Kami berharap ini bisa dimanfaatkan menjadi kandang sapi perah, seperti di kawasan Senduro,” katanya

Hingga saat ini, Thoriqul juga menyampaikan pihaknya perlu mendengar lebih jauh kemauan warga terdampak. Karena, menurutnya apa yang dipersiapkan harus sesuai dengan harapan masyarakat.

“Jadi kalau ada yang minta dijadikan tetap satu RT/RW dengan tempat tinggal yang lama kami akan usahakan bisa,” pungkasnya.

banner 600x310
banner 1024x1280