Kok Bisa Angka Stunting di Malang Menurun? Bupati Malang Bicara

Bupati Malang
Bupati Malang H. M Sanusi
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-MALANG- Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Malang dalam menurunkan angka stunting (gizi buruk) pada anak di posisi 8,8 persen tidak lepas dari peningkatan pelayanan kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Demikian disampaikan Bupati Malang HM Sanusi di Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang, Rabu (8/6/2022).

Bacaan Lainnya
banner 800x800

Sanusi menegaskan angka penurunan dan kenaikan stunting dipengaruhi pelayanan sanitasi dan air minum.

“Kalau sanitasi dan pelayanan kurang bagus maka nantinya akan berpengaruh pada peningkatan angka stunting, namun sebaliknya apabila pelayanan sanitasi dan air minum bagus maka angka stunting akan turun, selain yang utama konsumsi susu, asupan gizi dan makanan tambahan yang juga mempengaruhi angka stunting,” ungkap Bupati Malang.

Berita Menarik Lainnya:  Tes SKB CPNS 2021, Digelar dengan Protokol Kesehatan Ketat dan Wajib Vaksin

Seiring peningkatan pelayanan kesehatan di masyarakat, Pemkab Malang akan memindahkan Puskesmas yang tidak layak untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih bagus dan luas, agar supaya pelayanan kesehatan bisa maksimal terutama penurunan angka stunting di masyarakat.

“Agar supaya pelayanan lebih maksimal, ada beberapa puskesmas yang akan saya alihkan, yang pertama adalah Puskesmas di Kecamatan Pakisaji yang lahan parkirnya sempit, dan apabila banyak pasien yang datang berobat antrenya sampai ke jalan raya. Ada lima Puskesmas yang akan direncanakan untuk dipindah, selain Kecamatan Pakisaji ada Puskesmas Bululawang, tajinan, Karangploso dan Puskesmas Singosari, saya minta pada Dinas Kesehatan untuk mendata Puskesmas yang tidak layak dan kurang luas nanti saya minta dicarikan solusi, ada dua Puskesmas yang sudah, Puskesmas Wonokerto dan Sumbermanjing Wetan, kalau tahun kemaren Puskesmas Ngantang sudah naik kelas menjadi RSUD,” terang Sanusi.

Ads

Rencana ke depannya Puskesmas Pakisaji akan diproyeksikan menjadi RSUD tipe D yang akan melayani kesehatan.

Berita Menarik Lainnya:  Libur Natal, 6 Stasiun Sediakan Rapid Test Antigen Rp.35 Ribu Bagi Pelanggan KA Jarak Jauh

“Karena menurut pemerintah kesehatan dan pendidikan sangat penting, untuk itulah saya akan terus membenahi kesehatan untuk terus berlanjut,” beber pria mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang.

1 Juli 2022, Pemkab Malang rencananya akan melaunching Pelayanan Cepat Kedaruratan untuk mempercepat pelayanan kesehatan umum kedaruratan dan kecelakaan lalulintas.

“Rencananya PRC ini akan bekerjasama dengan pihak terkait, apabila masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan kedaruratan dan kecelakaan lalulintas cukup menekan nomor tertentu, maka dalam 15 menit ambulans kesehatan sudah tiba di tempat lokasi warga yang menghubungi call center tadi, dan RS terdekat akan siap untuk menangani sesuai kondisi dan sakitnya, ambulans sudah siap semua di setiap kecamatan dan kendaraannya dalam kondisi masih baru, dan setiap kendaraan sudah tahu di mana lokasi pasien, dan yang terdekat itulah yang segera menangani,” pungkas Bupati Malang.

Berita Menarik Lainnya:  Pengusaha Kantong Beras Zakat Fitrah di Jombang Ini Banjir Pesanan

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

Pos terkait