Ketua DPRD Segera Hearing Proyek Desa Lempeni

Proyek
Proyek yg disoal warga
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-LUMAJANG – Surat pengaduan masyarakat kepada wakil rakyat, Jumat (24/6/2022) lalu, sudah direspon Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, H Anang Akhmad Syaifuddin.

Sekretaris DPRD Kabupaten Lumajang, Mahfudz, membenarkan itu. Katanya surat permohonan hearing masih ada di meja Ketua DPRD Kabupaten Lumajang.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

“Surat masih ada di meja Pak Ketua DPRD, jadi kami menunggu jawaban dari Pak Ketua,” kata Mahfudz, Rabu (29/6/2022) via chat WhatsApp.

Berita Menarik Lainnya:  Blitar Kini Punya Pasar Lelang Cabai di Desa Kolomayan

Saat ditanyakan waktunya, Mahfudz juga belum bisa menjelaskan gamblang.

“Semuanya menunggu perintah ketua,” tambahnya lagi.

Sementara itu, menurut Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, H Anang Akhmad Syaifuddin, pihaknya akan segera menindaklanjuti pengaduan warga sesegera mungkin.

“Kami sudah menerima surat dari LSM Lumajang Bergerak Satu Indonesia (LBSI) bernomor 015-B/LBSI/Dumas/VI/2022, perihal pengaduan masyarakat,” ujarnya.

Kata politisi PKB ini, pihaknya akan mengecek kembali surat permohonan hearing. Jika melihat persoalan menyangkut kepentingan warga memang harus diprioritaskan, dan dalam waktu dekat pihak terkait akan diagendakan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Berita Menarik Lainnya:  Pemprov Siapkan 54 Posko THR Keagamaan

“Saya cek dulu suratnya ya, nanti langsung kita buatkan jadwalnya,” paparnya lagi.

Sementara itu, warga sangat senang dengan adanya langkah kongkret yang diambil oleh LSM LBSI dalam memecahkan masalah di desa.

“Alhamdulillah ada inisiatif dari kawan-kawan LBSI untuk meluruskan dan menyelesaikan apa persoalan warga Desa Lempeni ini,” ujar Zainul Arifin.

Menurut Ketua LSM LBSI Kabupaten Lumajang, Hari, lembaganya harus bergerak cepat demi kepentingan masyarakat.

Berita Menarik Lainnya:  Pria ODGJ Penyerang Polres Lumajang Sudah Dirawat

“LBSI melangkah senyap namun pasti. Senyap bisa mematikan dalam arti menyelesaikan masalah sampai tuntas,” ucapnya.

Sebelumnya, warga bernama Sugi, mengaku lahannya dicaplok proyek irigasi di belakang rumahnya sepanjang 3 meteran.

Kata dia, alat berat telah membuat sejumlah kerusakan di area lahan milik warga lain, milik Zaenal Arifin dan Sunari.

Pihak pelaksana saat ditegur mengaku hanya menjalankan tugas saja bukan sebagai perencana proyek ini.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280