Upaya Wahid Foundation dan Renstra Pemprov Jatim Perangi Kekerasan Ekstrem Terhadap Perempuan

Wahid Foundation akan menginisiasi 17 desa di tiga Provinsi untuk memiliki program khusus anti kekerasan ekstrem terhadap perempuan dan anak, dan dukungan Pemprov dalam Nawa Bhakti Satya Khofifah Emil, memimpin Jatim, Senin (21/12/2021) | Foto: Humas Pemprov Jatim
Wahid Foundation akan menginisiasi 17 desa di tiga Provinsi untuk memiliki program khusus anti kekerasan ekstrem terhadap perempuan dan anak, dan dukungan Pemprov dalam Nawa Bhakti Satya Khofifah Emil, memimpin Jatim, Senin (21/12/2021) | Foto: Humas Pemprov Jatim
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Data survei pengalaman hidup Indonesia 2016, perempuan dengan suami pengangguran berisiko 1,36 kali lebih besar mengalami kekerasan.

Sedangkan menurut data sistem informasi online kekerasan perempuan dan anak di Jawa Timur, ada 668 kasus.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Jumlah kasus itu terdiri atas 340 kekerasan fisik, 272 kekerasan psikis, 80 kasus kekerasan seksual, 6 kasus eksploitasi, 12 kasus trafficking, 107 kasus penelantaran dan 509 kasus kekerasan lainnya.

Berangkat dari sinilah, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan selalu menginisiasi dan mendukung program – program terkait perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak (P3A).

“Kami di Jawa Timur memiliki komitmen kuat mengutamakan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam pembangunan kita. Indeks pembangunan manusia bukan satu – satunya indeks kinerja utama kami, tapi juga indeks pembangunan gender. Jadi, indeks pembangunan gender merupakan main performance indikator untuk Provinsi,” ujarnya di Forum Nusantara III Wahid Foundation, Pembukaan dan Peluncuran Panduan Rencana Aksi Desa/Kelurahan Damai.

Berita Menarik Lainnya:  Gelar Audiensi dengan Polrestabes, BNPM Surabaya Suarakan 3 Tuntutan

Emil Dardak menegaskan Jatim telah berusaha mewujudkan komitmen ini secara holistik dan inklusif ada pada prinsip Nawa Bhakti Satya – visi misi duetnya dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, memimpin Jatim.

“Kami juga mendorong koperasi wanita juga program – program seperti Gerakan Peduli Ibu dan Anak Berbasis Keluarga karena kami ingin meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam aspek kewirausahaan,” tandasnya di Forum Nusantara Wahid II dengan tema “Mencegah Ekstremisme Kekerasan dan Menyebarkan Perdamaian Berbasis Komunitas” di Hotel Grand Mercure, Jalan Ahmad Yani nomor 71, Surabaya, Selasa (21/12/2021).

Sebagai program juga dibangun pusat pelayanan terpadu berbasis rumah sakit meliputi medikolegal, psikososial dan bantuan hukum secara lintas fungsi dan lintas sektoral.

Berita Menarik Lainnya:  Hari Raya Nyepi, Akses Wisata Gunung Bromo Ditutup Sementara

Program pusat pelayanan terpadu akan memastikan ada follow-up untuk menindaklanjuti temuan di tingkat desa maupun kelurahan.

Program itu merupakan terobosan untuk mengangkat kualitas hidup perempuan dan anak. Kondisi itu akan sulit tercapai karena adanya ketimpangan sosial berbasis gender di berbagai lini.

“Kalau bicara soal perempuan, setengah dari populasi kita adalah perempuan. Jadi, harusnya berbagai sektor juga merepresentasikan perempuan. Tapi biasanya representasi ini tidak proporsional,” tuturnya.

Dia contohkan perempuan yang duduk di dewan perwakilan rakyat daerah, yang minim. Sementara inovasi perencanaan pembangunan desa tidak pernah melibatkan perempuan atau perwakilan anak.

Pemerintah Provinsi Jatim, menyambut baik Rencana Aksi Desa/Kelurahan Damai yang akan menjadi sebuah pilar mewujudkan dunia yang lebih baik, jauh dari segala bentuk ekstremisme dan terorisme.

“Ini modus Desa Damai ini sangat sejalan dengan cita – cita Jawa Timur dalam meningkatkan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan. Mendorong penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta pencegahan perkawinan dini,” pungkasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Potensi Energi Baru Terbarukan di Jatim 6,5 Persen di Atas Target

Pemerintah akan terus mendukung dan mengapresiasi upaya Wahid Foundation dalam memerangi kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Hadir di acara ini, Executive Director of Wahid Foundation Mujtaba Hamdi dan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur Hesti Armiwulan.

Sedangkan, Unodc Country Manager UNODC Indonesia Liaison To Asean Collie Brown, Country Representative And Liaison For UN Women Indonesia Jamshed M. Kazi, Direktur Regional dan Multirateral BNPT RI Zaim Khalis Nasution, serta Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan Dalam Rumah Tangga dan Rentan KPPA Valentina Gintings hadir secara virtual.

Sebagaimana rencana aksi Wahid Foundation, akan ada 17 desa dari Provinsi Jabar, Jatim dan Jateng akan mengawali program Desa/Kelurahan Damai yang memiliki mekanisme pencegahan kejahatan berbasis gender serta perlindungan terhadap perempuan dan anak.

banner 600x310
banner 1024x1280