Potensi Energi Baru Terbarukan di Jatim 6,5 Persen di Atas Target

Khofifah saat mencoba Bus listrik TransJatim
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA– Menyusul instruksi Presiden nomor 7 tahun 2022 tentang perubahan kendaraan BBM fosil kepada listrik membuat hitung -hitungan kecukupan produksi listrik di Jatim.

Pemerintah Provinsi Jatim selama ini, telah berupaya untuk menciptakan bauran energi terbarukan di Jawa Timur sejak 2021. Dan saat 6,72 % setara 1270 MW melebihi target 6,5 %.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Pramuka Selesaikan 50 Huntara Korban Semeru, Ini Kata Gubernur
banner 1024x1366

Kegiatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) yang sedang dilaksanakan PLTM Sumber Arum 2 (3 MW), PLTM Bayu (3,6 MW) di Banyuwangi, kemudian Kanzi I di Purwodadi, Pasuruan, yang menerangi 2.000-3.000 rumah berkapasitas 2,3 MW.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa untuk pengembangan PLTS Atap dan Kepulauan telah terbangun ± 43,8 MW sedangkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah telah terbangun 10,65 MW di Benowo, Surabaya.

Bahkan di PG Pesantren, Kediri dan Asembagus Situbondo sebesar menghasilkan 32 MW.

Berita Menarik Lainnya:  Kepala BKKBN Temui Bupati Bangkalan, Ini 3 Pesannya

“Tak hanya itu, Jawa Timur juga memiliki banyak potensi energi terbarukan,” ujarnya.

Dia mencontohkan pembangkit energi air (1.667 MW), energi angin (7.907 MW), energi panas bumi (diprediksi mencapai 1.012 MW), energi gelombang laut (1.200 MW), energi surya (10.335 MW), dan biomasa (3.421 MW) dimiliki Jatim.

Total potensi EBT 25.542 MW, jika dibandingkan dengan total terpasang Pembangkit Listrik PLN di Jawa Timur saat ini 10.132 MW.

“Kami juga memiliki potensi energi biogas dan gas biogenic dengan potensi sangat besar tersebar sepanjang utara Jawa Timur sampai pulau Madura,” ujarnya.

Berita Menarik Lainnya:  Gubernur Buka Klinik BUMDesa Jatim dan Akademi Desa Wisata

Sumber energi gas biogenik ini disamping dari gas methane, juga berasal dari kotoran hewan yang dimanfaatkan secara dua arah.

Gasnya bisa dijadikan sumber energi untuk masak dan penerangan. Bahkan sisa kotorannya bisa dimanfaatkan untuk pupuk. Insya Allah di Jatim tidak akan kekurangan asal dimanage dengan baik.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310
banner 1024x1280