Gubernur Khofifah: Urip Iku Urup !

Aksi penanaman Mangrove di Pantai Bohay atau Bhinor Harmony Probolinggo, Minggu (26/12/2021) bersama Pemkab Probolinggo, DPRD Jatim, Pemprov Jatim, Pramuka, dan organisasi lain se Jawa Timur. Target 600.000 hektare se Jatim 2022-2024 | Foto: Humas Pemprov Jatim
Aksi penanaman Mangrove di Pantai Bohay atau Bhinor Harmony Probolinggo, Minggu (26/12/2021) bersama Pemkab Probolinggo, DPRD Jatim, Pemprov Jatim, Pramuka, dan organisasi lain se Jawa Timur. Target 600.000 hektare se Jatim 2022-2024 | Foto: Humas Pemprov Jatim
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM– PROBOLINGGO – “Urip iku Urup !, Artinya hidup itu menghidupkan,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat melakukan aksi penanaman mangrove di pantai Bohay, Probolinggo, Minggu (26/12/2021).

Ads

Ungkapan itu sekaligus mengajak masyarakat mempercepat target pengurangan emisi karbon gas rumah kaca lewat penanaman mangrove.

Bacaan Lainnya

Menurut Khofifah, saat ini tidak usah menunggu dengan siapa dan kapan akan menanam. “Mulailah menanam kapan saja dan dimana saja. Tanam dan pelihara,” sergah Ketua PP Muslimat ini.

Kegiatan menanam Mangrove ini kata dia, merupakan upaya bentuk dukungan Pemprov Jatim terhadap program rehabilitasi mangrove nasional sekaligus pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat.

Menanam Mangrove tidak asing bagi Gubernur yang mantan Mensos RI ini. Di kala menjabat Menteri Sosial RI, Khofifah telah menginisiasi menanam mangrove di beberapa Provinsi yang ada di Indonesia.

“Saya mengajak kepada semua elemen untuk melakukannya, saya juga mengajak untuk memiliki semangat menanam di Jawa Timur. Mari kita bangun sinergi dan energi sekuat mungkin,” pesan Gubernur Khofifah.

Selain menanamkan pentingnya menanam, Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya merawat dan mengembangkan ekosistem alam.

“Pokoknya nandur, nandur dan nandur ! Alam ini telah banyak diekpsloitasi . Digunakan untuk jalan, rumah, wisata, dan dipakai banyak hal lainnya. Maka kita jangan pernah berhenti untuk nandur,” pungkas Khofifah.

Apa yang ditanam hari ini untuk ekosistem alam, tentu saja untuk anak cucu dan masa depan ekosistem bangsa Indonesia sebagai paru-paru dunia.

Dalam kegiatan kali ini Gubernur Khofifah didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim Anik Maslachah, Wakil Ketua Komisi B DPRD Habib Mahdi, Kadivre Perhutani Jatim Karuniawan, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jatim Jumadi, Rektor Unesa Nurhasan, serta beberapa Kepala OPD dilingkup Pemprov Jatim serta pejabat Forkopimda di lingkungan Pemkab Probolinggo, mahasiswa Unesa dan anggota Pramuka.

Sekadar diketahui, lokasi penanaman mangrove ini berada di lokasi Wisata Bohay atau Bhinor Harmony.

Objek wisata ini dikenal sebagai objek wisata edukasi dan konservasi ekosistem mangrove.

Sementara tanaman mangrove yang ditanam adalah jenis Avicennia Sp, sebanyak 1.000 batang, Cemara Laut sebanyak 500 batang, dari target total 95.000 batang di areal seluas 30 hektare di Kabupaten Probolinggo 2021.

Saat ini di Jawa Timur pada 2021 di telah ditanam sebanyak 881.508 batang mangrove di areal 295,62 hektare (Ha) di Gresik, sebanyak 5.000 batang di area 1,5 ha, di Kabupaten Bangkalan 254.479 batang di areal 104,49 ha, di Kabupaten Pasuruan 25.000 batang dengan luas 10 ha, di Kabupaten Situbondo 163.449 batang di lahan luas 49,53 ha, di Kabupaten Banyuwangi 338.580 batang di lahan seluas 100,1 ha dan hari ini di Kabupaten Probolinggo 95.000 batang seluas 30 ha.

Sedangkan pada 2020, di Jawa Timur telah ditanam seluas 1.046 ha dengan jumlah bibit sebanyak 4.203.200 batang dengan jenis Rhizophora sp., Avicennia sp., dan Sonneratia sp.

Ketiga jenis mangrove itu ditanam di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Dan sesuai rencana pada 2022 akan dilakukan penanaman mangrove di Jawa Timur seluas 1.280 ha.

Sedangkan target upaya Pemprov Jatim merestorasi mangrove secara nasional yakni 600.000 ha hingga 2024.

Pos terkait

banner 768x1152