Dari Altar Tugu Pahlawan, Menggali Kebesaran Majapahit

Dari Altar Tugu Pahlawan, Menggali Kebesaran Majapahit
Gubernur Jatim dalam Acara Pagelaran Batik di Altar Tugu Pahlawan
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA-Pameran batik dan peragaan busana bertajuk Canthing Jawi Wetan Go Global (CJWGG) 2022 yang bertujuan untuk menggali kebesaran Majapahit secara filosofis, di Tugu Pahlawan, resmi ditutup Senin (28/3/2022).

Event hasil kerja bareng Pemprov Jatim dan Bhayangkari Polda Jatim ini diisi peragaan 15 busana karya desainer kondang Denny Wirawan dan 20 busana karya Edward Hutabarat ini

Bacaan Lainnya

Kedatangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke venue disambut atraksi jaranan, reog Ponorogo, dilanjut selawat Nabi, lalu tarian Bedoyo Mojokirono.

Satu persatu karya batik para desainer diperagakan apik dan menarik. Puteri Indonesia Ayu Maulida tampil mengenakan karya batik khas Jawa Timur.

Peragaan busana ini sukses memukau para pengunjung dan berhasil mengangkat daya saing batik Jatim menjadi karya istimewa yang layak go Internasional.

Usai peragaan busana batik, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, mengajak semua pihak membangun satu cita-cita bersama mewujudkan batik Jatim digemari masyarakat Indonesia dan Internasional.

Berita Menarik Lainnya:  Wow, Pemudik Jatim Diprediksi Tembus 16,8 Juta Manusia

“Bisa jadi mengisi Paris Fashion Week atau New York Fashion Week, Why not? Saya rasa kesempatan itu harus kita bangun,” kata Khofifah.

Optimisme itu menyusul batik asal Blitar Jatim telah go Internasional, dan dikenakan oleh pebasket NBA, Justin Holiday. Disusul batik Tulungagung, Batik gedog Tuban serta batik gentongan Tanjung Bumi Bangkalan.

Kata Khofifah, batik memiliki nilai jual dan estetika tinggi ketika mendapat sentuhan dari figur yang tepat. Baik desainer, model dan jejaring market yang kuat.

“Saya rasa batik 38 kabupaten kota di Jawa Timur naik kelas sangat luar biasa. Memang harus ada sentuhan desainer kondang, harus ada sentuhan dari peraga busana, para model, dan harus ada jejaring market yang kuat untuk bisa membuat batik kita makin dikenal,” tuturnya.

Ads

Dia juga mengajak semua pihak menggali filosofi dari kebesaran Majapahit.

“Kita sengaja menggelar peragaan busana di venue altar Tugu Pahlawan untuk menguatkan semangat heroisme optimisme Jatim Bangkit. Karena di seluruh dunia Tugu Pahlawan hanya ada di Jatim, untuk menggali filosofi kebesaran Majapahit,” tambahnya.

Berita Menarik Lainnya:  Layanan Prima Samsat Jatim Berbuah Predikat Wilayah Bebas Korupsi

Dia berharap gelaran CJWGG 2022 ini bisa menjadi penguatan bagi UKM Jawa Timur.

“Suasana inilah yang ingin kita bangun, membangun peradaban yang pernah dan kita miliki. Upaya penguatan semua sektor KUKM di semua wilayah Provinsi Jawa Timur,” harapnya.

“Terima kasih Ibu Dokter Ully Nico Afinta, Ketua Bhayangkari Jawa Timur yang sudah menginisiasi rangkaian kegiatan selama 3 hari dari 26 sampai 28 sore keseluruhan rangkaian pameran batik telah ditutup,” tutupnya.

Ads

 

Buku Canthing Bhayangkara Bumi Jawi Wetan

Sebelumnya, Gubernur Khofifah juga menghadiri acara Ulas Buku Canthing Bhayangkara Bumi Jawi Wetan karya Ketua Bhayangkari Jatim, Ully Nico Afinta.

Khofifah mengapresiasi terbitnya buku yang sarat informasi terkait batik Jatim. Bahkan ia menyebut buku ini menjadi penguat sumber referensi terkait batik khas bumi Majapahit, Jawa Timur.

“Buku ini menjadi referensi dan bukti keanekaragaman kearifan lokal dari Jawa Timur yang dimulai dari sejarah batiknya. Mudah mudahan ini menjadi basis dari penguatan akan pentingnya menggali dan menghidupkan kembali kearifan budaya lokal,” ungkapnya.

Berita Menarik Lainnya:  Pisah Sambut Kapolres Bondowoso, AKBP Herman kepada AKBP Wimboko

Tak hanya itu, buku ini diyakini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi milenial. Mengingat di dalamnya tercantum pengayaan dari banyak hal, filosofi-filosofi yang sangat kuat dari seluruh Bumi Majapahit. Sehingga para milenal bisa memahami asal muasal sejarah bangsa.

Dia menceritakan bagaimana fakta bahwa Batik nusantara pertama kali berasal pada zaman kerajaan Majapahit di Jawa Timur.

Sementara itu penggagas Buku Canthing Bhayangkari Jawi Wetan, Ully Nico Afinta menyebut bahwa salah satu tujuan diterbitkannya buku ini adalah untuk memperkenalkan Batik Jawa Timur ke pasar lebih luas.

Harapan besarnya, mendongkrak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di masa pandemi COVID-19.

Turut hadir di acara itu Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Konsul Jenderal Australia Fiona Hoggart, Kapolda Jatim Nico Afinta, Pj Sekdaprov Jatim Wahid Wahyudi, Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak, Istri Wakil Gubernur DI Yogyakarta Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ayu Adipati Paku Alam, jajaran Kepala OPD Pemprov Jatim dan Forkopimda.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800