HIPMI Jombang vs DPMPTSP di Forum Dialog Interaktif Memanas

HIPMI
Forum Bisnis Dialog Interaktif digelar Oleh HIPMI Jombang
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Situasi panas antara HIPMI dengan DPMPTSP Jombang masih berlanjut. Kali ini di forum bisnis diskusi interaktif terjadi adu argumen, buntut rapor merah yang diberikan HIPMI kepada DPM PTSP, Kamis (23/6/2022) siang.

Dialog baru berjalan 15 menit. Udara AC seolah tak mampu mendinginkan adu argumen yang memanas dan saling sanggah.

Bacaan Lainnya
banner 800x800

“Kinerja DPMPTSP di Mata Pengusaha” jadi tema bahasan di forum bisnis dialog interaktif selama 4 jam-an ini.

Sebelumnya, HIPMI Jombang telah melabeli rapor merah terhadap kinerja perizinan di DPMPTSP Pemkab Jombang ini.

Ketua Bidang IV HIPMI Jombang Shodiq, menegaskan rapor merah tidak sekadar statement tanpa dasar. HIPMI telah mengakumulasikan keluhan dari berbagai pengusaha di Jombang. Mereka resah, dan tidak nyaman dengan kinerja layanan mekanisme perizinan di lingkungan DPMPTSP Pemkab Jombang.

“Di balik perizinan yang daftarnya mudah karena bisa online justru ada hal yang membuat kami dan pengusaha bingung. Kami nilai itu tak wajar. Ya izinnya gampang, tapi saat berhadapan dengan oknum di lapangan itu bikin tidak nyaman,” ujar Shodiq, di awal diskusi.

Berita Menarik Lainnya:  Bukan Misterius, Mustofa Bisri yang Hilang di Jombang Ditemukan Tenggelam

Shodiq, menjelaskan pengalaman para investor ada yang lari ke daerah lain. Hal itu akibat mekanisme perizinan dan tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab di dinas terkait.

“Contohnya investor yang lari atau pindah ke daerah lain. Berdasarkan fakta temuan di lapangan, ya mereka ini merasa tidak nyaman dengan mekanisme perizinan yang ada. Bahkan oknum tidak jelas ada yang mendatangi dan meminta sejumlah uang, yang kami nilai itu tidak wajar. Itulah yang harus diperbaiki ke-depan,” bebernya.

Ads

Maka pihaknya berupaya, agar dengan penilaian dan penelitian yang sudah dilakukan Tim HIPMI Jombang bisa dijadikan bahan perbaikan.

Selain untuk lebih baik ke depannya, ia berupaya bisa sinergi ciptakan atmosfer investasi di kota santri Jombang beriman.

“Bagi kami yang turut merasakan, ini perlu diatasi lalu diperbaiki. Mohon penjelasan bagaimana sebenarnya mekanisme dan kinerja yang ada di DPMPTSP Jombang saat ini, apakah memang begini atau ada alasan lainnya,” imbuhnya.

Berita Menarik Lainnya:  Gus Yahya Bongkar Alasan Ajak Khofifah dan Alissa jadi Ketua PBNU

Namun, argumentasi HIPMI ditepis dan dibantah habis-habisan oleh Sekretaris DPMPTSP Jombang, Joko Triyono.

Dia menerangkan soal perizinan yang dituding ribet dan menimbulkan keresahan, kata dia tidaklah benar.

Soal lamanya proses perizinan. Dia menjelaskan sebelum ke DPMPTSP, rekomendasi dari OPD teknis terkait memang memakan waktu.

Jika sudah masuk perizinan di DPMPTSP akan sangat mudah dan cepat tanpa pungutan.

“Soal rapor merah dari HIPMI. Menurut saya jadi motivasi bagi kami. Terimakasih. Tapi perlu diketahui jika perizinan di kami mudah dan sudah online. Tidak ada biaya apapun, gratis. Yang bayar nanti itu hanya PPB saja,” jelas Joko.

Jika ada kesulitan lain soal perizinan, Joko, menyarankan langsung menemui petugas di dinas setempat. Soal oknum di bawah naungan dinas terkait, ia memastikan tidak ada.

“Koordinasi dulu ke kami, kalau masih ada yang bingung soal perizinan. Sesuai tugas atau wewenangnya, namun soal oknum di lapangan itu, kami pastikan tidak ada,” tandasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Wujudkan Perbaikan Layanan Berbasis TI, Rupbasan Probolinggo Ikuti Webinar TI

Sementara itu, Joko mengatakan jika terdapat saran atau kritik yang membangun, pihaknya siap untuk memperbaiki bersama HIPMI Jombang.

Harapannya, kritik dan penilaian dari HIPMI Jombang jadi pelajaran atau motivasi dalam melangkah menuju perbaikan ke depan.

Dialog
Sekretaris DPMPTSP Jombang Joko Triyono

“Sekali lagi terimakasih, dan soal poin yang disampaikan di forum ini sudah kami catat dan tentu jadi solusi bagi kami untuk perbaikan. Intinya ini jadi motivasi dan pelajaran,” bebernya.

“Oh iya soal pengalaman para pengusaha yang katanya didatangi aparat penegak hukum, ya kami ingatkan hati-hati. Perlu memahami aturan agar tak kena sanksi ketika aparat datang. Intinya itu peringatan dan akan kami gelar sosialisasi nanti. Segera mungkin akan kami agendakan acara sosialisasi,” pungkas Joko.

Pantauan Beritabangsa.com di lokasi, meski sempat saling adu argumentasi dan memanas, forum diskusi itu berjalan lancar.

Hingga usai acara tidak menutup kemungkinan penilaian HIPMI ada perubahan. Selanjutnya HIPMI dan DPMPTSP Jombang, akan menindaklanjuti hasil diskusi interaktif ini.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

Pos terkait