Evaluasi 2021, Tim Patroli Air Jatim Undang 30 Industri

Evaluasi akhir tahun 2021 Tim Patroli Air Jawa Timur bersama perwakilan industri | Foto: Kominfo Jatim
Evaluasi akhir tahun 2021 Tim Patroli Air Jawa Timur bersama perwakilan industri | Foto: Kominfo Jatim
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Kegiatan evaluasi Tim Patroli Air Jawa Timur 2021 dan pembinaan industri di Kali Surabaya digelar, Kamis (23//12/2011) di Surabaya. Total 30 industri diundang untuk proses pembinaan terkait kinerja pengelolaan limbah.

Acara dibuka oleh Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim, Ahmad Handoko Hamdani.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Dia menyampaikan bahwa sejak tahun 2019 telah ada perubahan dari proses penindakan industri pencemar sungai lebih pada pemantauan dan pembinaan.

Berita Menarik Lainnya:  Sejumlah Agen 46 Akui Penyedia Beras BPNT Dipetakan pada Enam Supplier

“Pada tahun 2015 itu ada kesepakatan dari semua kepala daerah melalui Sekda di kabupaten/kota di wilayah DAS Brantas. Ada 16 kabupaten dan kota itu sudah menandatangani kesepakatan bersama untuk lebih memperhatikan imbauan dari pusat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” terang Handoko.

Kesepakatan menjaga Kali Brantas dengan 33 industri pada waktu itu untuk berkembang lebih jauh lagi untuk ikut menjaga kestabilan fungsi sungai.

Yang dilakukan patroli air Sungai Brantas yang panjang 300 km lebih juga ada prioritas dari sisi anggaran maupun sumber daya manusia.

“Kalau perlu ya bukan hanya DAS Brantas saja tapi juga ke yang lain seperti Bengawan Solo,” tambah Handoko.

Berita Menarik Lainnya:  Biaya Asuransi 120 Juta Tidak Cair Ibu Rumah Tangga di Jombang Dirikan Tenda Bentuk Protes ke Bumiputera

Direktur Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH) Jawa Timur, Imam Rochani selaku Koordinator Tim Patroli Air Jawa Timur mengatakan, patroli ini sudah berjalan 20 tahun.

“Kalau dilihat ini sudah menginjak dewasa. Hasil keputusan tindakan dan kebijakan yang ada di pemerintah itu yang akan kita sampaikan dan kebetulan dari kegiatan – kegiatan ini kita tidak pernah menindak. Bedanya mulai Undang – undang nomor 32 tahun 2009 ini kita tidak pernah menindak pidana. Artinya kita melakukan tindakan – tindakan serta dengan kaidah – kaidah hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Kasubdiv Jasa ASA II/2 PJT I, Firman Sarifudin menjelaskan, patroli air merupakan pilot project dengan harapan tidak hanya di wilayah Kali Surabaya tetapi dimulai sungai yang lain juga.

Berita Menarik Lainnya:  Hari Ibu, Ratusan Ibu - ibu di Jombang Berpakaian Unik Berjoget Bersama

“Memang sementara ini di wilayah Kali Surabaya, Mengapa?  Karena ya banyak industri yang ada di Kali Surabaya. Kalau kita ngomong stakeholder industri memang cukup banyak, oleh karena itu tidak hanya membuang limbahnya tetapi juga mengambil airnya dari Kali Surabaya,” kata Firman.

Menurutnya, di wilayah lain juga cukup banyak pihak pemanfaat air permukaan sungai.

“Harapannya ke depan di wilayah sungai yang lain tidak hanya (pengawasan) kepada industri. Tetapi juga kepada stakeholder yang lainnya yang juga berfungsi sebagai pengguna pemanfaatan air sungai,” pungkasnya.

banner 600x310
banner 1024x1280