Dugaan Rusak Lingkungan, Anggota Komisi A Cek Sumber Takir

Perwakilan Komisi A cek lokasi Sumber Takir
Perwakilan Komisi A cek lokasi Sumber Takir
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-LUMAJANG – Dampak dugaan perusakan lingkungan di lokasi wisata Sumber Takir, Desa Jokarto, Kecamatan Tempeh, yang mengakibatkan penyusutan sumber mata air dan terganggunya irigasi sawah petani setempat disidak Komisi A.

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Lumajang, Trisno, turun mengecek ke lapangan terkait informasi tersebut.

Bacaan Lainnya

“Saya hanya sebagai kontrol saja dan menerima keluhan masyarakat, Mas. Dan saya sebagai wakil rakyat hanya bisa memberikan saran dan masukan saja terhadap kondisi yang sudah ada,” kata Trisno, Jumat (26/3/2022) via telpon.

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Asahan Serahkan LKPD Unaudited TA 2021, Tercepat ke-10

Dikatakan politisi PPP ini, ketika dia turun ke lapangan dan melihat secara langsung, tidak ada pemotongan kayu seperti yang dituduhkan warga kepada pihak Pemerintah Desa Jokarto selaku pengelola wisata Sumber Takir ini.

“Tidak ada kayu yang dipotong, kalau kayu yang kering ada, dan juga hanya ranting-ranting yang dibersihkan,” bebernya lagi.

Apalagi terkait sumber mata airnya, yang menurut wakil rakyat dari Daerah Pemilih (Dapil) 2 Lumajang ini, kalau sudah bisa mengairi sawah milik petani Desa Jokarto.

Ads

“Yang dikeruk itu adalah sumber mata air lainnya sebelah utara, yang awalnya kecil sekarang menjadi besar,” jelasnya.

Sementara itu, warga sudah berkirim surat ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang beberapa waktu yang lalu, namun belum mendapatkan jawaban atas surat tersebut.

Berita Menarik Lainnya:  Turun ke Besuki, Begini kata Tim Telaah PWNU Jatim Terkait Pengembalian PCNU Besuki

“Kami masukan surat kepada DLH dan Bupati Lumajang, Senin (22/3/2021) lalu, tapi sampai saat ini belum ada jawaban. Kami semua menunggu,” jawab warga yang ogah disebut namanya ini.

Ads

Dari informasi awak media, kalau warga akan melakukan aksi besar-besaran kalau tidak ada tanggapan dari pihak yang berkepentingan terkait dugaan pengerusakan hutan desa ini.

“Kami juga telah berkonsultasi kepada WALHI akan hal dugaan pengerusakan hutan desa ini, tunggu respon dari DLH dulu,” ucapnya lagi.

Sedangkan Direktur WALHI Jawa Timur, Wahyu Eka S, membenarkan adanya konsultasi warga Desa Jokarto, Kecamatan Tempeh kepada pihaknya beberapa waktu yang lalu.

“Iya kemarin ada yang mengadukan, tetapi masih kita sarankan untuk lapor ke DLH dulu,” ujarnya kepada media ini, via chat WhatsApp.

Berita Menarik Lainnya:  Raker ke-1, PT. MJL BeritaBangsa Perkuat SDM dan Bahas Kesejahteraan Jurnalis

Secara kasus, menurut Wahyu, pihaknya baru dikasih tahu, dan sarannya, memang warga bergerak sendiri dulu, info dari bagian pengaduan menyarankan sekedar saran atau konsultasi saja.

“Jadi belum ada pendampingan. Saran kami ke DLH. Karena lihatnya di kasus LHnya, di luar itu kami tidak tahu dan tidak paham,” pungkasnya.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800