Diguyur Hujan Deras, Longsor Nyaris Timpa Rumah Warga 

Longsor yang terjadi di Desa Kabuaran Kecamatan Grujugan, hampir menimpa rumah warga, Minggu (19/12/2021) | Foto: Muslim
Longsor yang terjadi di Desa Kabuaran Kecamatan Grujugan, hampir menimpa rumah warga, Minggu (19/12/2021) | Foto: Muslim
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-BONDOWOSO – Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (19/12/2021) malam, menyebabkan longsor di Desa Kabuaran, Kecamatan Grujugan, Bondowoso.

Tanah longsor kali ini nyaris menimpa rumah warga, sehingga tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Namun demikian Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Dadan Kurniawan, tetap mengingatkan kepada masyarakat untuk mewaspadai bencana tanah longsor saat terjadi hujan deras dengan durasi yang lama.

Berita Menarik Lainnya:  Sekda Angkat Bicara Soal Klaim Anggaran Pembiayaan Pasien Covid-19

“Tingkat kewaspadaan harus tinggi. Apalagi rumahnya di bawah tebing. Itu potensi terjadi longsor sangat besar sekali,” ujarnya via telepon selulernya, Senin (20/12/2021).

Dadan menjelaskan bahwa struktur tanah akan berubah menjadi lembek jika terlalu lama diguyur hujan. Sementara intensitas curah hujan cukup tinggi akan terus mengguyur Bondowoso untuk beberapa pekan ke depan. Utamanya saat menjelang sore hari.

“Memang kemarin ada peringatan bahwa ketika sore hari ada hujan intensitas tinggi dari BMKG,” terangnya.

Dia juga menjelaskan bahwa salah satu pemicu suatu wilayah berpotensi bencana longsor adalah pengembangan pemukiman yang dilakukan di lahan miring.

Berita Menarik Lainnya:  Zona Level 1 Bertambah Jadi 6, Gubernur Jatim: Jangan Kendor dan Tetap Disiplin Prokes

Namun, ketika masyarakat sudah terlanjur menempati lahan tersebut, maka perlu upaya mitigasi memperkuat lereng-lereng di sekitar rumah dengan membuat struktur penahan tanah.

“Karena banyak rumah-rumah warga Bondowoso yang berada di lereng. Seperti di daerah Kecamatan Pakem, Binakal dan di Kecamatan Maesan. Bahkan hampir di seluruh Kecamatan rawan longsor. Karena memang Bondowoso dikelilingi gunung dan perbukitan,” jelas Dadan.

Dadan meminta masyarakat jeli mengenali tanda-tanda bila akan terjadi longsor. Seperti, retakan tanah, amblesan tanah, keluarnya mata air pada lereng, pohon dan tiang listrik miring, serta tembok bangunan dan pondasi yang tiba-tiba retak.

Berita Menarik Lainnya:  Pasca Pandemi, Pemkab Bondowoso Realisasikan Program yang Berpihak ke Masyarakat

“Itu di daerah dengan tebing waspada. Jika sudah ada potensi longsor segera cari tanah yang lapang,” sarannya.

Untuk informasi, bencana tanah longsor di Bondowoso selama musim penghujan hampir terjadi setiap tahun.

Pada 2020 lalu terjadi longsor dengan risiko tinggi di salah satu perbukitan di Kecamatan Ijen. Tahun ini terjadi di Kecamatan Pakem. Longsor sempat menutup akses jalan menuju wisata air terjun Tancak Kembar.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280