Cuaca Di Jatim Sering Hujan Meski Musim Kemarau, Ini Penjelasan BMKG

Sumber foto: grafis juanda.jatim.bmkg.go.id
Sumber foto: grafis juanda.jatim.bmkg.go.id
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Surabaya – Kondisi cuaca di Jatim beberapa terakhir ini kerap mendung dan hujan walaupun musim kemarau masih diprakirakan hingga Oktober nanti.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Surabaya, Teguh Tri Susanto menyebutkan, penyebab kondisi cuaca di Jatim yang tak menentu karena gangguan gelombang equatorial rossby (ER).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Duet Kiai dan Santri Buduran Pimpin NU Sidoarjo
banner 1920x1080

“Gelombang ini merupakan fenomena gelombang yang terjadi di fluida (atmosfer/lautan), yang berotasi secara berpasangan dan bergerak ke arah barat di sekitar kawasan ekuator,” ucap Teguh, Senin (13/9/2021).

Dengan kondisi demikian, beberapa daerah di Jatim mengalami cuaca buruk.

Tak hanya itu, gelombang ini memiliki karakteristik membawa massa udara bersifat basah.

Hal ini membuat wilayah yang dilaluinya akan sering mengalami kondisi cuaca hujan atau setidaknya mendung.

Berita Menarik Lainnya:  Lazisnu Probolinggo Targetkan 100 Juta Koin untuk Muktamar NU ke-34

Teguh menegaskan bahwa sebagian besar di Jatim masih mengalami iklim masa musim kemarau.

“Untuk sebagian besar Jawa Timur termasuk Surabaya kalau dari prakiraan klimatologi atau iklim masih dalam masa musim kemarau,” tuturnya

Adapun gelombang ER, kata Teguh, terjadi secara periodik diprakirakan hingga tanggal 16 September saja.

“Potensi hujan yang terjadi lebih disebabkan adanya gelombang rossby dan anomali suhu muka laut. Pengaruh rossby masih bertahan hingga 16 September nanti (update tanggal 9 September 2021),” paparnya.

Berita Menarik Lainnya:  BPK Banyak Temuan Pengelolaan Dana Bos, Wabup Bondowoso Lakukan Pembinaan

Tak hanya itu, kondisi curah hujan wilayah Jatim di dasarian I September 2021 masuk kriteria rendah.

Sedangkan curah hujan pada dasarian II September 2021, diprakirakan kurang dari 50 mm dengan peluang lebih dari 80 persen di bagian utara Jatim dan Madura.

banner 600x310