Bupati Bondowoso Siap Bangun Rumah Nenek Arba’ia yang Dilahap Si Jago Merah

Bupati Bondowoso Drs. H. Salwa Arifin beserta rombongan saat memberikan bantuan pada nenek Arba'ia
Keterangan foto : Bupati Bondowoso Drs. H. Salwa Arifin beserta rombongan saat memberikan bantuan pada nenek Arba'ia
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Bondowoso – Rumah nenek Arba’ia di Desa Mrawan, Kecamatan Tapen dilahap si jago merah pada sabtu 28 Agustus 2021 lalu.

Mendengar kabar tersebut, Bupati Bondowoso Drs. KH Salwa Arifin turun langsung menemui nenek Arba’ia di lokasi kebakaran, Senin (30/8/2021).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Bupati Salwa Apresiasi Kinerja ASN Purna Tugas
banner 1024x1366

Bupati Salwa memberikan bantuan sembako dan pakaian, melalui program RTLH. Bupati Salwa menyebut akan membangun kembali rumah nenek Arba’ia yang ludes dilahap Si Jago Merah.

“Kewajiban kami sebagai pemerintah jika ada musibah dan bencana yang menimpa salah satu warga, kami harus memperhatikan. Membantu apa yang dibutuhkan mulai sembako, pakaian, termasuk merehab rumahnya,” katanya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Bupati meminta warga tidak menyambung kabel listrik sembarangan yang berpotensi menyebabkan korsleting listrik. Ia juga menyebut akan menambah dan meremajakan mobil pemadam kebakaran (Damkar) untuk penanganan lebih cepat.

Berita Menarik Lainnya:  Dugaan Korupsi Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Jombang Naik ke Penyidikan

“Ya itu yang susah. Mereka kan nyambung sendiri nggak bisa. Mereka nyambung berarti kan menumpang kepada yang punya. Memang sudah diimbau, tapi kemampuan mereka ya itu,” paparnya.

Sementara itu, Pj Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bondowoso, Anisatul Hamidah mengatakan, pihaknya juga memberikan bantuan berupa sembako, sandang dan alat-alat dapur. Bahkan, pihaknya melakukan asesmen kepada BNI agar mengganti kartu Program Keluarga Harapan (PKH) yang raib terbakar.

Berita Menarik Lainnya:  Pemkab Bondowoso Bentuk Satgas Kendalikan Kelangkaan LPG

“Hak-hak mereka agar tidak hilang. Termasuk kita memberikan pendampingan psiko sosial korban,” ungkapnya.

Adapun, nenek Arba’ia saat ditemui menjelaskan saat terjadi kebakaran ia dan suaminya berusaha menyelamatkan uang tabungan senilai Rp. 5,2 juta namun gagal. Uang itu merupakan hasil bekerja sebagai buruh tani di Situbondo.

“Kejadiannya hari Sabtu. Mungkin dari listrik penanak nasi,” katanya terharu.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280