BRD & BRE Protes Penyitaan Aset oleh Satgas BLBI, Ungkap 5 Kejanggalan

Satgas BLBI
Satgas BLBI saat penyitaan Aset milik PT Bogor Raya Development (BRD) dan PT Bogor Raya Estatindo (BRE)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-BOGOR- PT Bogor Raya Development (BRD) dan PT Bogor Raya Estatindo (BRE) memprotes penyitaan aset oleh Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI), Rabu (22/6/2022).

Bahkan kedua perseroan ini mengungkap ada 5 kejanggalan atau kesalahan konstruksi penerapan hukum.

Bacaan Lainnya
banner 800x800

Satgas BLBI menduga aset BRD dan BRE yang disita memiliki keterkaitan dengan dua pemilik eks Bank Asia Pasific (Aspac) yakni Setiawan Harjono dan Hendrawan Harjono.

Padahal, BRD dan BRE tidak ada keterkaitan dengan Aspac maupun dengan Setiawan Harjono dan Hendrawan Harjono.

Penyitaan terhadap lahan milik sah BRD seluas 89,01 hektare berupa lapangan golf Bogor Raya serta Hotel Ibis Style dan Novotel yang bersebelahan dengan Jalan Tol Jagorawi ruas Bogor Selatan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polkam) Prof Mahfud MD bersama Kepala Bareskrim Mabes Polri Komjen Pol Agus Andrianto dan Kepala Satgas BLBI Rionald Silaban.

Berita Menarik Lainnya:  Antisipasi Omicron, Bupati Salwa Pimpin Apel Pamor Keris 

Mahfud menyebut, nilai penyitaan aset BRD dan BRE mencapai Rp2 triliun.

Lelyana Santosa dari kantor pengacara Lubis, Santosa & Maramis yang menjadi kuasa hukum BRD dan BRE menyebut ada 5 kejanggalan tindakan penyitaan yang dilakukan Satgas BLBI antara lain

Ads

Bahwa Satgas BLBI menyita barang yang bukan milik Penanggung Hutang dan/atau Penjamin Hutang yaitu Setiawan Harjono dan Hendrawan Harjono sehingga tidak sesuai dengan Pasal 165 ayat 1 Peraturan Menteri Keuangan nomor 240 tahun 2016. Tanah dan bangunan yang disita terdaftar di Kantor Pertanahan sebagai milik BRD dan BRE dan bukan milik Setiawan Harjono dan Hendrawan Harjono.

Kedua, terkait surat paksa nomor SP-2061/PUPNC.10.00/2019 tanggal 31 Juni 2019 tidak pernah diberitahukan karena dalam Surat Perintah Penyitaan nomor SPS-03/PUPNC.10.01/2022 tanggal 6 Juni 2022 tidak pernah disebutkan adanya Berita Acara Pemberitahuan Surat Paksa. Karenanya penyitaan dilakukan tidak sesuai prosedur dalam pasal 163 peraturan Menteri Keuangan nomor 240 tahun 2016.

Berita Menarik Lainnya:  HUT PWI ke 75, PWI Bondowoso Gelar Pelatihan Jurnalistik di Pesantren

Ketiga, sebelum penyitaan dilakukan, BRD dan BRE sebagai pemilik dari aset-aset yang disita tidak pernah diberikan kesempatan oleh Ketua Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) Cabang DKI Jakarta untuk menyampaikan pendapat dan klarifikasi sehingga melanggar kewajiban dalam pasal 7 ayat 2 huruf f Undang-undang Administrasi Pemerintahan.

Keempat, Ketua PUPN Cabang DKI Jakarta tidak mengumpulkan informasi, dan dokumen-dokumen yang relevan untuk menilai jika penyitaan telah memenuhi syarat dalam peraturan perundang-undangan sebagaimana diwajibkan dalam pasal 50 ayat 1 dan 2 Undang-undang Administrasi Pemerintahan.

“Kelima, Ketua PUPN Cabang DKI Jakarta tidak memberitahukan Surat Perintah Penyitaan No. SPS-03/PUPNC.10.01/2022 tanggal 6 Juni 2022 kepada BRD dan BRE selaku pihak yang terkait dengan penyitaan, dalam waktu 10 hari kerja sebagaimana diwajibkan dalam pasal 7 ayat 2 huruf g Undang-undang Administrasi Pemerintahan,” ujarnya.

Berita Menarik Lainnya:  Viralnya Video Kadisdikbud Bondowoso, Wabup Angkat Bicara

Berdasarkan kejanggalan dan kesalahan konstruksi penerapan hukum dari penyitaan tersebut, Lelyana menganggap penyitaan aset milik BRD dan BRE tidak sah secara hukum.

“Kami menghormati upaya pemerintah untuk memperoleh pembayaran atas piutangnya namun upaya ini tidaklah boleh dilakukan secara serampangan,” tandasnya.

Tidak masuk akal dan melawan hukum jika penyitaan aset dari pihak yang tidak memiliki beban tanggungjawab atas pengembalian piutang negara.

“Menjadi sebuah ironi manakala pemerintah justru merugikan pihak yang seyogyanya mereka lindungi,” papar Lelyana Santosa.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

Pos terkait