Blusukan ke Kampung Bulak Banteng, Gubernur Khofifah Pesan Nasionalisme

Blusukan
Gubernur Khofifah saat melakukan blusukan ke Kampung Bulak Banteng
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA- Geliat merayakan HUT Kemerdekaan RI masih berlangsung ramai di penjuru kampung di Jawa Timur. Tak terkecuali di Kota Pahlawan, Surabaya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, diam-diam blusukan di tengah kampung Bulak Banteng Kidul, Sidotopo Wetan Kecamatan Kenjeran Surabaya, yang menggelar pentas seni dan hiburan rakyat, Sabtu (27/8) sore.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Santer Dikabarkan Maju Dalam Konfercab, Sugiyanto : Siap Bawa PWI Bondowoso Melesat
banner 1024x1366

Pentas seni dan hiburan rakyat ini menampilkan tari-tarian semisal tari remo, dan bhakti sosial.

Sebanyak 500 paket sembako disiapkan oleh tokoh masyarakat Mat Muchtar, yang dibagikan pada dhuafa di sekitar kampungnya.

Kehadiran Gubernur Khofifah di sini disambut meriah oleh warga yang sudah berjajar.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini memuji warga Bulak Banteng, karena semangat merah putih jadi dasar penyelenggaraan acara.

Berita Menarik Lainnya:  Pakar Hukum: Pengawasan Hakim Jangan Jeruk Makan Jeruk!

Dia takjub, akan semangat masyarakat, dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI ini mulai dari anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua.

“Apresiasi terhadap masyarakat sangat luar biasa. Kita lihat cara mereka mencintai negeri ini. Walau sudah tanggal 27 Agustus, tetapi mereka masih ingin meramaikan HUT Kemerdekaan RI yang ke-77,” ungkap Khofifah.

Di sini Khofifah berpesan agar semangat nasionalisme membangun negeri harus terus dipupuk, demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tingkat terbawah.

Berita Menarik Lainnya:  Rumitnya Perhitungan Usia di Korea Selatan Beserta Dampaknya

“Semangat ini akan menjadi penguatan dalam menjaga dan mengawal NKRI,” ucap Khofifah.

Semua elemen mulai dari tokoh masyarakat dan masyarakat sendiri harus saling merangkul menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita harus merangkul, bukan memukul. Tokoh masyarakatpun harus saling membina, bukannya malah menghina. Kita saling mengajak jangan saling mengejek,” tandasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280