Banjir Landa Sarroanging Tiap Tahun, Harus Serius Ditangani

Drainase jalan poros Provinsi yang tertutup oleh tanggul penahan banjir sungai Kanawayya Sarroanging Jeneponto | Foto: Zulkifli
Drainase jalan poros Provinsi yang tertutup oleh tanggul penahan banjir sungai Kanawayya Sarroanging Jeneponto | Foto: Zulkifli
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Jeneponto – Intensitas hujan yang tinggi Senin malam hingga Selasa pagi memicu air sungai Kanawayya meluap dan merendam rumah warga di sejumlah wilayah Kecamatan Tamalatea dan Bonto Ramba.

Hj. Fitrawati, SE, Kepala Kelurahan Bonto Tangnga, ditemui Media ini Rabu (8/12/2021) mengatakan Pemerintah Kelurahan telah menugaskan Sekertaris Lurah dan Kepala Seksi Kesejahteraan untuk mendata warga terdampak banjir.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Sambut HJB, Panitia Kejurda Robotik Sosialisasi ke Sekolah
banner 1024x1366

Bahkan pihaknya menggandeng Pemuda Sarroanging untuk melakukan penelusuran apa yang menjadi penyebab utama banjir kali ini. Termasuk mendata kerusakan akibat banjir ini.

“Insya Allah kami akan melaporkan kondisi sesuai fakta yang terjadi di lapangan,” paparnya.

Dengan sinergi bersama tokoh pemuda Sarroanging ini diharapkan, semua permasalahan yang terjadi dapat ditemukan akar masalahnya sehingga Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten memberikan solusi tepat, dan sesuai sasaran.

Lurah Fitrawati, mengaku turut prihatin atas bencana yang menimpa warganya kali ini. Meski hanya kerugian material namun tidak ada salahnya jika masyarakat tetap waspada untuk selanjutnya.

Berita Menarik Lainnya:  Duyan Siap Layani Masyarakat di Lapas Kelas II B Probolinggo

Sementara itu, Rahmat Hidayat, tokoh Pemuda Sarroanging- memaparkan setiap tahun permukiman di lingkungan Sarroanging menjadi langganan banjir.

Kali ini tidak ada korban jiwa, akan tetapi kerugian material berupa rumah rusak akibat diterjang arus banjir masih didata.

“Kerusakan parah itu menimpa rumah bawah karena belum naik pondasinya,” ujarnya.

Di sisi lain, Seklur, dan Kasi Kesejahteraan Kelurahan Bonto Tangnga, melakukan identifikasi korban rumah rusak.

Termasuk mencari penyebab utama banjir, agar segera dicarikan solusi oleh Pemerintah Kabupaten dan Provinsi Sulawesi Selatan.

Berita Menarik Lainnya:  Program RTLH untuk Warga Kategori Miskin Ekstrem

Sejumlah warga setempat berharap masalah banjir ini ditangani serius karena terjadi setiap tahun.

Tim kelurahan Bonto Tangnga di pemukiman warga melakukan pendataan kerugian warga yang terdampak Banjir | Foto: Zulkifli
Tim kelurahan Bonto Tangnga di pemukiman warga melakukan pendataan kerugian warga yang terdampak Banjir | Foto: Zulkifli

“Jika dibiarkan dan terus terjadi setiap tahun ini, artinya sama dengan tidak ada Pemerintahan,” ujar warga setempat.

Semisal pembangunan tanggul penahan sungai Kanawayya beberapa tahun yang lalu, perlu dipertanyakan karena warga Sarroanging malah jadi korban banjir. Analisa konstruksinya kurang bagus.

“Kenapa sejak dibangun tanggul, giliran kami warga Lingkungan Sarroanging terkena dampak banjir,” tambah warga setempat.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280