Architecture Fun Track Konsep Wisata Lestarikan Cagar Budaya di Surabaya

Gagas AFT untuk Lestarikan Cagar Budaya di Surabaya (dari kiri) Adisti Athanua Nada Salsabila, Solagracia Velinov Hasian Lumban Gaol, dan Nabila Firzatullah Putri Santosa mahasiswa ITS menunjukkan ilustrasi gagasannya untuk pelestarian cagar budaya | Foto: Humas ITS
Gagas AFT untuk Lestarikan Cagar Budaya di Surabaya (dari kiri) Adisti Athanua Nada Salsabila, Solagracia Velinov Hasian Lumban Gaol, dan Nabila Firzatullah Putri Santosa mahasiswa ITS menunjukkan ilustrasi gagasannya untuk pelestarian cagar budaya | Foto: Humas ITS
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Bangunan cagar budaya terancam hilang eksistensinya di ruang publik apabila tidak dilestarikan melalui upaya seluruh masyarakat. Berangkat dari sini mahasiswa Departemen Studi Pembangunan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas sebuah Architecture Fun Track (AFT), untuk melestarikan cagar budaya.

Kepala Departemen Studi Pembangunan ITS Dr Arfan Fahmi SS M.Pd, menjelaskan AFT yang dirancang para mahasiswanya merupakan simulasi perjalanan untuk menarik minat para wisatawan.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  PCNU Surabaya Gelar Ngaji Kamisan Kitab Jawahirul Bukhori Perdana
banner 1024x1366

Jalanan di Surabaya nantinya akan dibuat lebih lebar khusus untuk melihat cagar budaya di sisi jalan dengan memanfaatkan Bus City Tour milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

“Jika jalan sudah lebar dapat diberi sentuhan sedikit agar lebih menarik wisatawan,” ujarnya.

Arfan menjelaskan, AFT yang dikembangkan akan memberikan kesan yang berbeda bagi para wisatawan. Karena mereka akan dimanjakan oleh pemandangan ornamen atau arsitektur yang lebih komprehensif dari bangunan cagar budaya yang memiliki ciri khasnya tersendiri.

Berita Menarik Lainnya:  Kembangkan SDM Guru, LP Ma'arif Gelar Pelatihan

“Perbedaan gaya arsitektur setiap bangunan merupakan hasil akulturasi yang mencirikan kebudayaan sesuai tempat dan waktu dari bangunan tersebut,” jelas Arfan.

Gagasan yang serupa dengan tur ini lahir karena kebijakan pelestarian yang ada sekarang hanya fokus pada pembangunan atau rekonstruksi bangunan cagar budaya tanpa adanya upaya menyebarluaskannya.

“Padahal, masih banyak anak muda datang hanya untuk swafoto tanpa tahu sebenarnya tempat itu memiliki nilai budaya tersendiri,” akunya.

Gagasan tiga mahasiswa Departemen Studi Pembangunan ITS ini yang membanggakan karena telah meraih penghargaan sebagai Best Policy Brief kategori Soshum di ajang Airlangga Policy Brief Competition Awards tingkat Nasional yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unair.

Berita Menarik Lainnya:  Yadnya Kasada, Wisata Gunung Bromo Tertutup untuk Wisatawan

Dengan gagasan itu diharapkan dapat menjadi referensi kebijakan yang akan diambil.

Mahasiswa kreatif itu antara lain Solagracia Velinov Hasian Lumban Gaol, Adisti Athanua Nada Salsabila, dan Nabila Firzatullah Putri Santosa.

Arfan berharap penghargaan ini dapat mendorong seluruh mahasiswa untuk ikut berprestasi atau memberi sumbangsih bagi masyarakat luas.

Sehingga akulturasi budaya yang berada di cagar budaya juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat luas dan generasi masa depan.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280