3 Desa Langganan Banjir Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo

Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali saat keliling 3 desa langganan banjir sembari memberi bantuan kepada warga terdampak, Senin (6/12/2021) | Foto: Muhaimin
Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali saat keliling 3 desa langganan banjir sembari memberi bantuan kepada warga terdampak, Senin (6/12/2021) | Foto: Muhaimin
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menaruh perhatian khusus kepada tiga desa langganan banjir di Kecamatan Tanggulangin dengan menetapkan status ”tanggap darurat”.

Tiga desa itu yakni Desa Kedungbanteng, Desa Banjarasri, dan Desa Banjarpanji. Status ketiga desa ini berlaku mulai 7-21 Desember 2021.

Bacaan Lainnya

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengecek langsung ke tiga desa itu hingga tengah malam, Senin (6/12/2021).

Dia keliling dan berbincang dengan warga sembari memastikan bantuan sembako terdistribusi dengan baik.

Selain itu, Muhdlor juga menginstruksikan ke jajaran terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas PU BMSDA, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Camat Tanggulangin serta tiga pemerintah desa untuk bersama-sama bergerak mempercepat penanganan banjir di tiga desa tersebut.

Berita Menarik Lainnya:  Bukan untuk Selfi, Jembatan Gantung Gladak Perak Resmi Dibuka

Salah satu langkah kongkret yang dilakukan Pemkab selama tanggap darurat di antaranya mempercepat pengurukan material pasir dan batu di Jalan Desa Banjarpanji yang tergenang air setinggi 30-40 cm.

Bukan hanya itu, Pemkab juga menyiagakan sejumlah pompa penyedot air yang akan ditempatkan di tiga desa.

“Mulai besok (Selasa, hari ini) sudah dimulai dilakukan pengurukan sirtu di jalan Desa Banjarpanji. Pompa penyedot air juga kita siagakan. Ada 7 pompa yang sudah siap dan rencananya akan ditambah lagi 8 pompa,” kata Muhdlor kepada awak media.

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Kendal Tinjau Pengerjaan Tanggul Sungai Bodri

Muhdlor menambahkan ketiga desa sudah dalam pantauan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sejak 2018.

“Sebenarnya 3 desa ini adalah desa yang masuk dalam pantauan mulai dari 2018 hingga 2020 mengalami penurunan tanah. Dan angkanya cukup tinggi bahkan tertinggi penurunan hingga 30 sentimeter,” ujarnya.

Muhdlor juga menyampaikan prediksi dan peringatan darj BMKG bahwa akan datang air rob yang diperkirakan puncaknya terjadi pada Desember.

“Pemkab Sidoarjo sudah mewanti-wanti karena 3-6 Desember ini sesuai analisis BMKG, memang air rob tinggi, air laut naik cukup tinggi sekitar 1,5-2 meter,” ungkapnya.

Putra KH Ali Masyhuri ini juga mengatakan,di daerah Desa Banjarpanji, ketika hujan dari hulu ke hilir, maka kemudian air tidak bisa sampai ke laut karena air laut naik ke arah daratan.

Berita Menarik Lainnya:  Sterilisasi Ruangan Dilakukan Jelang PTM di Jombang

“Adanya pompa air itu hal yang tidak bisa diganggu gugat karena memang tanahnya mengalami penurunan. Jadi ketiga desa ini adalah desa-desa yang mengalami penurunan tanah dan lebih rendah dari desa lainnya. Nanti kita akan tambah pompa. Kalau memang tidak memungkinkan, kita sewa secepatnya,” ucapnya.

Selain faktor air rob, curah hujan yang tinggi juga menjadi pelengkap terjadinya banjir di tiga desa tersebut. Pemkab Sidoarjo memastikan bahwa manajemen pompa harus berjalan sekaligus memberikan bantuan kepada warga.

“Ini penting bahwa kehadiran pemerintah harus dirasakan masyarakat, harus mau turun mendengarkan aspirasi warga,” pungkas Muhdlor.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280