Sudut Pandang Penyesuaian Harga BBM

Moch. Atho' illah, CEO Beritabangsa.com
Silahkan Share ke :

Risiko Naiknya Inflasi 7,5 – 15 Persen

Ilustrasi inflasi Indonesia pada tahun 2022 (Dok. Kompas)

Setelah pemerintah memutuskan untuk melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) baik subsidi maupun nonsubsidi, pasti sedikit banyak berdampak dan berisiko hingga berpotensi membuat inflasi melonjak pada tahun 2022 sekitar 7,5 – 15 persen.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Bupati Bojonegoro dan Jajaran Forkopimda Jalan Santai Peringati Harjapro Jatim ke- 77
banner 1920x1080

Kenaikan, penyesuaian harga BBM atau apapun istilahnya pasti akan memicu dampak dan risiko seperti melambungnya inflasi sampai sekitar 10 persen hingga akhir tahun dan mungkin membuat inflasi naik bahkan menjadi paling tinggi sejak 2014.

Dalam sebuah kesempatan di salah satu stasiun TV swasta, pakar ekonomi dan mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli menyampaikan kenaikan BBM bukan merupakan cara yang efektif, bahkan bisa berdampak pada banyak hal seperti kenaikan harga komoditas pangan dan transportasi. Sebetulnya, menurut Rizal Ramli ada cara yang lebih efektif untuk menaikkan efisiensi pertamina hingga 20 persen. Misal seperti memotong pengeluaran yang tidak perlu sehingga tidak harus menaikkan harga BBM subsidi.

Berita Menarik Lainnya:  Yakin Sekolah Gratis Ada ? Tafsir Permendikbud 75/2016

Indonesia seharusnya berkaca kepada Malaysia, Petronas bisa menurunkan harga BBM. Sebetulnya anggaran pemborosan paling besar, bakar uang paling besar adalah buat bayar pokok, bunga dan cicilan utang pemerintah. Pokok cicilannya satu tahun 400 triliun/tahun. Bunganya 400 kali 5 triliun, total 805 triliun yang harus dibakar. Menurutnya, dibanding soal BBM, hutang justru bakar uangnya lebih dahsyat, karena anggaran hampir lebih dari sepertiga APBN.

banner 600x310

Pos terkait