Rangsang Anak Kreatif Ciptakan Produk Bernilai dari Sampah

Harlis Sang Putra
Harlis Sang Putra
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com Pengolahan barang bekas menjadi barang bermanfaat, menjadi media tersendiri untuk membangun motivasi dan pemahaman akan pentingnya menabung bagi anak panti asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa Yayasan Al- Kamilah.

Diakui atau tidak, saat ini kecenderungan menabung di kalangan anak – anak menurun drastis. Banyak faktor yang memicunya. Salah satunya kegandrungan bermain game online berbayar, dan membeli mainan mudah rusak.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Uang yang anak – anak miliki cenderung cepat habis. Tidak ada yang bisa ditabungkan.

Padahal menabung bagi anak – anak menjadi sangat penting dibiasakan sejak dini. Kebiasaan menabung sejak dini, bisa menjadi fondasi anak, kelak mahir mengelola keuangan ketika sudah dewasa.

Berita Menarik Lainnya:  Platform Merdeka Belajar, Kesiapan Guru dan Siswa

Kebiasaan menabung juga memiliki dampak positif, salah satunya melatih rasa tanggung jawab, dan melatih anak menentukan prioritas motorik sejak dini.

Seiring itu, kemunculan barang mainan yang kurang mendidik dan tidak memiliki kemanfaatan malah cenderung disukai anak – anak.

Ironisnya, mainan didesain sekali pakai dan mudah rusak. Mainan menarik tampilannya tapi bikin anak mudah bosan.

Jadilah anak – anak terdorong terus untuk membeli mainan baru lagi. Tak jarang anak menjadi boros dan suka cuek, tidak bertanggungjawab.

Semakin banyak dibeli, semakin menumpuk sampah mainan, bahkan di sejumlah tempat menggunung.

Dari potret inilah, sejumlah kelompok mahasiswa program studi sarjana Akuntansi Universitas Pamulang terdiri atas Adinia Sari Pramesti, Alma Fajrina Maharani, Nisa Dwi Lestari dan Nadya Ananda Riswanti, tergerak untuk memanfaatkan barang bekas menjadi bermanfaat.

Berita Menarik Lainnya:  Harapan dan Masa Depan Permendikbudristek tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual

Mereka adalah mahasiswa yang sedang menjalani mata kuliah pengabdian masyarakat.

Melihat kondisi itulah, para mahasiswa ini ingin memberi sumbangsih kepada Yayasan Panti Asuhan Al Kamilah, agar para anak asuh Yayasan memiliki keterampilan dan memiliki motivasi pentingnya menabung.

Tak sembarangan. Mahasiswa ini dibimbing langsung oleh seorang dosen mereka bernama Haryono, SH, MH, MM.

Dari memotret situasi, banyak bahan bekas yang bisa digunakan, mahasiswa ini mengolahnya menjadi barang bermanfaat berupa ‘celengan.’

Di Panti Asuhan Yatim Piatu Yayasan Al- Kamilah ini, pada tanggal 7 November 2021 lalu kegiatan dimulai.

Mengajari anak menabung, dengan memberi keterampilan membuat celengan dari bahan bekas yang mudah didapat, diharapakan motivasi anak menjadi tinggi untuk kreatif dan hemat.

Di Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa Yayasan Al Kamilah ini, mahasiswa mengajari bank sampah.

Berita Menarik Lainnya:  Catatan Janji Politik di Lebong dan Realitas

Mereka diajari menabung tapi memakai sampah. Sampah tersebut lantas dibikin celengan. Hasilnya bisa dijual. Dan uangnya ditabungkan.

Terlihat anak panti semangat dan termotivasi, terbukti mereka aktif berdialog dengan mahasiswa.

Saat membuat karya celengan dari botol bekas, yang selama ini tidak terpikirkan anak Panti ini, membuat mereka semangat.

Dengan pemanfaatan barang bekas membuktikan pula bahwa barang bekas dikemas sedikit menjadi memiliki nilai.

Dari kegiatan mahasiswa ini, ada pemikiran sederhana yang ingin disampaikan sejak dini yakni membiasakan diri berhemat, kreatif memanfaatkan barang tak berguna menjadi bermanfaat, dan ilmu yang berharga lain adalah manajemen pengelolaan keuangan melalui bank sampah.

*) Harlis Sang Putra Seorang Jurnalis Beritabangsa.com, di Lebong.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi beritabangsa.com

banner 600x310
banner 1024x1280