Nasionalisme Juga Sebagian Dari Iman

Ziarah Forkopimda ke makam pahlawan
Keterangan foto : Ziarah Forkopimda ke makam pahlawan
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Jombang – Suka cita dalam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia masih terasa dalam setiap benak masyarakat. Tepatnya kemarin Selasa (17/8/2021) jadi momen gegap gempita, merayakan perjuangan menuju merdeka.

Sebagai warga negara Indonesia, sudah sepantasnya momen ini dijadikan sebagai suntikan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme kepada setiap diri masing-masing karena rasa nasionalisme sebagian dari iman.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Namun, tak banyak yang mengetahui, bahwasanya ternyata dalam agama Islam cinta kepada tanah air merupakan suatu keharusan. Menurut Moh. Makmun, Ketua Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama Kabupaten Jombang (PC. LTMNU Jombang) cinta tanah air atau negara dibenarkan oleh Allah SWT dan Rasul Nabi Muhammad SAW.

Berita Menarik Lainnya:  Jubir Satgas Covid-19 Bondowoso Sebut Isoter hanya 2 Orang

“Allah menggambarkan dua sanksi hukum yang amat berat bagi manusia untuk bisa menjalaninya, yaitu pilih bunuh diri atau minggat dari tanah airnya,” ucapnya pada Rabu (18/8/2021).

Menurutnya, secara sadar pastinya semua manusia tidak akan mau untuk bunuh diri maupun minggat dari tanah airnya. Sanksi hukum tersebut sebagaimana terekam dalam al-Qur’an:

وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِم أَنِ اقْتُلُوْا أَنْفُسَكم أَوِ أخرُجُوا مِن دِيَارِكُمْ مَا فَعَلُوْه إِلَّا قليلٌ منهم

“Dan sesungguhnya jika seandainya Kami perintahkan kepada mereka (orang-orang munafik): ‘Bunuhlah diri kamu atau keluarlah dari kampung halaman kamu!’ niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka…” (QS. An-Nisa’: 66).

Menurut Wahbah Zuhaili dalam al-Munir fil Aqidah wal Syari’ah wal Manhaj, kata أَوِ اخْرُجُوْا مِنْ دِيَارِكُمْ terdapat isyarat akan cinta tanah air dan ketergantungan orang dengannya, dan Allah menjadikan keluar dari kampung halaman sebanding dengan bunuh diri, dan sulitnya hijrah dari tanah air.

Berita Menarik Lainnya:  Waspada Varian Baru Covid 19, RSUD Jombang Kirim Sampel Genom Pasien Pasutri ke Provinsi

Lebih lanjut dalam Tafsir al-Wasith dijelaskan bahwa kata “keluarlah dari kampung halaman kamu” terdapat isyarat yang jelas akan ketergantungan hati manusia dengan negaranya dan (isyarat) bahwa cinta tanah air adalah hal yang melekat di hati dan berhubungan dengannya.

Karena Allah SWT menjadikan keluar dari kampung halaman dan tanah air, setara dan sebanding dengan bunuh diri. Kedua hal tersebut sama beratnya. Kebanyakan orang tidak akan membiarkan sedikitpun tanah dari negaranya manakala mereka dihadapkan pada penderitaan, ancaman, dan gangguan.

Tidak hanya itu, Rasulullah sangat cinta dengan tanah airnya, bahkan terdapat sebuah riwayat :
عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ الْمَدِينَةِ أَوْضَعَ نَاقَتَهُ وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا ……. وَفِي الْحَدِيثِ دَلَالَةٌ عَلَى فَضْلِ الْمَدِينَةِ وَعَلَى مَشْرُوعِيَّة حُبِّ الوَطَنِ والحَنِينِ إِلَيْهِ
Nabi Muhammad SAW ketika kembali dari bepergian, dan melihat dinding-dinding madinah beliau mempercepat laju untanya. Apabila beliau menunggangi unta maka beliau menggerakkanya (untuk mempercepat) karena kecintaan beliau pada Madinah. Hadist tersebut memberikan petunjuk atas keutamaan Madinah dan disyariatkannya cinta tanah air dan rindu padanya.

Berita Menarik Lainnya:  Pertanyakan Bangunan Permanen di Atas Tanah Percaton, KOMPAKS Gelar Audensi

Bahkan tatkala keputusan hijrah dari Makkah ke Madinah diambil oleh Rasulullah, namun masih terbesit dalam hati dan pikiran beliau yang merasa berat meninggalkan kota Makkah, sebagaimana dikisahkan :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا أُخْرِجَ مِنْ مَكَّةَ : اِنِّي لَأُخْرَجُ مِنْكِ وَاِنِّي لَأَعْلَمُ أَنَّكِ أَ�

 

*)Moh. Makmun – Ketua LTM NU Jombang

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi tanggungjawab redaksi beritabangsa.com

banner 600x310
banner 1024x1280