Hikmah Dibalik Covid-19

Hikmah Dibalik Pandemi Covid-19

Pada Hakikatnya Kita hidup di dunia ini adalah ladang akhirat dan selama kita masih hidup di dunia ini Allah pasti akan menguji kita untuk menilai sekuat apa iman kita dan seberapa tingginya derajat kita di sisi Allah SWT.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Tidak Terasa Sudah Hampir tiga Bulan di Negeri Kita Tercinta ini dilanda dengan adanya Virus Corona atau Covid-19.

Jangan bicara pada Allah di tengah kondisi kita dengan kata ‘Kenapa’ tapi tanya pada Allah ‘Apa hikmah di balik ini semua ini?‘. Tidak mungkin Allah berikan ujian di atas batas kemampuan kita,

Salah satu hikmah di balik wabah Covid-19 saat ini adalah kebiasaan masyarakat untuk menjaga kebersihan, yakni mencuci tangan.

Kebersihan tidak bisa dilepaskan dari keimanan. Sebelum ada Corona, kita suka makan dan pegang-pegang apapun tidak cuci tangan, sekarang kita mau pegang apapun sering cuci tangan.

Berita Menarik Lainnya:  Tulungagung Harus Segera Terapkan PSBB

Dengan mencuci tangan, seseorang setidaknya bisa terhindar dari terjangkit penyakit. Bahkan, Rasulullah SAW pun mengajarkan tentang pentingnya mencuci tangan.

Dengan cuci tangan, tidak mudah virus Corona menempel. Nabi pernah ajarkan betapa pentingnya kita menjaga kebersihan khususnya mencuci tangan.

Dibalik Kesulitan Pastilah Ada Kemudahan

Selain itu Kami mengajak kepada seluruh umat Islam pada khususnya untuk lebih arif dalam mengambil hikmah yang ada di sekeliling mereka masing-masing. Karena betapapun, mengambil hikmah dari suatu perkara yang ada di sekitarnya untuk pelajaran adalah bagian dari ajaran Islam.

Siapa yang pandai mengambil hikmah di sekelilingnya, insya Allah akan dijauhkan dari kegagalan, Dan Pastinya Badai Pasti Berlalu artinya adalah di setiap Kesulitan Pastilah Allah SWT Memberikan Kemudahan Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 286 :
Artinya : “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.

Berita Menarik Lainnya:  Harlah PMII Ke 61, Evaluasi Media Guna Cipta Mahakarya

Dari ayat di atas dapat kita pahami bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dan ini merupakan janji Allah, jadi sesungguhnya tidak mungkin Allah membebani kita dengan ujian yang tidak kita sanggup.

Kemudian Allah akan memberikan pahala kebaikan jika seseorang yang sedang diuji tersebut bersabar dan melakukan kebaikan dan mencari jalan keluar dengan cara yang diridhai Allah, dan sebaliknya Allah akan memberikan dosa jika ia tidak bersabar dan mencari jalan keluar dengan cara yang tidak diridhai Allah.

Berita Menarik Lainnya:  Kapolres Bangkalan Usai Sholat id Serahkan 15 Hewan Qurban Ke Masjid Al-Roudlatul Hidayah

Sebagai contoh orang yang diuji tapi ia malah mencari jalan keluar dengan maksiat  seperti mabuk-mabukan, berfoya-foya atau bahkan na’uzubillah bunuh diri, itu semua adalah hal yang dimurkai Allah.

Kemudian Allah juga berfirman dalam surat Al Insyirah ayat 5-6:
Artinya : “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Allah selalu memberikan kemudahan bagi hambanya dalam setiap ujian dalam ayat tersebut terdapat taukid atau penegasan dengan sebutan sesungguhnya jadi maknya sangat tegas Allah memberikan kemudahan setelah kesulitan, bahkan sampai dua kali Allah menyebutkannya.

Semoga Wabah Virus Corona ini segera Berakhir dan Diangkat oleh Allah SWT Serta diganti dengan Beribu-ribu Keberkahan bagi kita semua sehingga Aktifitas dan Perekonomian di Negeri Ini Dapat Pulih kembali.

Sebaik-baiknya sandaran hanyalah kepada Allah dan Sebaik-baiknya Doa adalah selalu mengucapkan Syukur atas Nikmat yang Allah berikan.

*)Chusni Amaludin.SHI. M.Pd.I
*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *