Fadilahnya Lailatul Qodar dan Apa Lailatul Qodar Itu

Fadilahnya Lailatul Qodar dan Apa Lailatul Qodar Itu
KH. Abd ghoffar Abd Mukit Syahwi pengasuh pesantren TPQ Al ikhlas Kampung Betaman, Pajeruan
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM – Lailatul qodar adalah, suatu malam yang terjadi pada bulan ramadan, yang dalam Alquran digambarkan sebagai malam yang lebih mulia dari seribu bulan.

Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan (Al-Qadar : 1-3). Maksudnya, bahwa malam kemuliaan itu lebih baik daripada lelaki yang membawa senjatanya selama seribu bulan dalam berjihad di jalan Allah.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Kembalikan Senyuman si Yatim Piatu, LAZSidogiri Ajak Belanja Gratis
banner 1024x1366

Adapun keutamaan lainnya adalah, diampuninya dosa-dosa terdahulu ketika melakukan salat malam di saat lailatul qodar. Rasulullah bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa salat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lampau.

Lalu, kapan tepatnya waktu lailatul qadar terjadi? Tidak ada yang tahu, dan itu poin pentingnya. Ketidakpastian waktunya mengandung hikmah sangat besar, yaitu membuat manusia terus beribadah setiap malam dengan harapan mendapatkan kemuliaan lailah al-qadr.

Berita Menarik Lainnya:  Hukuman Mati Koruptor Apakah Menjadi Wacana Lagi?

Jika waktunya pasti, maka hanya cukup menunggu dan kemudian melaksanakan ibadah di waktu tersebut, seperti halnya salat Jumat atau ibadah-ibadah lainnya.

Ya, walau tidak bisa dipungkiri, banyak dari kita masih enggan melakukan ibadah yang sudah jelas waktunya, apalagi yang tidak jelas waktunya seperti lailah al-qadr. Meski demikian, Rasulullah meninggalkan clue (petunjuk) bagi orang yang bersungguh-sungguh ingin mendapatkannya. Beliau bersabda:

Berita Menarik Lainnya:  Cegah Omicron, Unusa Gelar Vaksin Booster

تحروا ليلة  القدر في الوتر من العشر الأواخر من رمضان
“Carilah malam lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh terakhir bulan Ramadhan”

(*) Penulis adalah guru ngaji di Desa Pajeruan, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280