Seniman Jombang Ini Bertahan Hidup dari Jualan DVD

Seniman, penjual kaset di kawasan Pasar Peterongan, Kabupaten Jombang. Foto : Faiz

BERITABANGSA.COM-JOMBANG– Seniman (60), warga Desa Mancar, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang ini tetap bertahan menghidupi kekuarganya dari kaset DVD.

Setiap hari dia menggelar lapaknya di pasar tradisional Peterongan, Kabupaten Jombang. Dia tetap menjajakan kaset DVD di tengah serbuan teknologi rekaman modern aplikasi smartphone.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Niman, biasa disapa, masih meyakini ada penggemar tersendiri DVD musikk yang ia jajakan.

Pagi itu, dia terlihat duduk santai depan gerobak jualannya pada Sabtu, (1/10/2022).

Jalan protokol Provinsi di depannya mulai padat. Para pedagang sayur dan makanan pun sudah mulai menyemut di lapak-lapak pasar.

Duu..dangg..duut..irama musik dangdut terdengar kencang. Irama lagu dangdut yang rancak oleh suara kendang menemaninya merapikan tumpukan kaset DVD di lapaknya.

Berita Menarik Lainnya:  Sosok Gercep Eri-Armuji Dalam Memulihkan Ekonomi Kota Surabaya di tengah Pandemi

Niman, adalah satu-satunya penjual kaset DVD yang masih bertahan. Saat ditanya sudah berapa lama jualan DVD ini, Niman, menajawab sudah 20 tahun-an.

“Sudah sejak tahun 1999 sampai sekarang. Jualan begini dulunya karena pernah jaya pada masanya, jadi saya ikut-ikutan dan saya senang jualan ini,” aku Niman.

Lima tahun lebih usahanya lancar, bahkan mencapai kejayaan. Sekitar tahun 2000 an, DVD booming.

Sesaat di tahun itu masyarakat sudah dijejali produk rekaman yang kian canggih. Bukan kepingan DVD lagi, tapi berubah ke Flashdisk.

“Sejak tahun 2000 an mulai terasa. Ada penurunan. Masyarakat sudah pakai Flashdisk, kadang memori ke MP3. Tapi waktu itu, kaset kepingan DVD masih laku. Lima tahun kemudian, nyaris tak ada pembeli,” bebernya.

Kendati begitu, ia tak patah semangat untuk tetap sabar dalam menjalani usahnya di tengah era digital. Pria renta ini mengaku terpaksa bertahan dengan usahanya, lantaran sudah kebingungan untuk mencari pekerjaan lain, terutama karena faktor usia.

Berita Menarik Lainnya:  Bagaimana Rasanya Wisuda Tanpa Dihadiri Orangtua? Ini Ungkapan Wisudawan Defi

“Saya sudah senang kerja seperti ini, karena menikmati banyak kenangan juga dari nyetel lagu-lagu lawas itu. Mau kerja apa lagi, bingung juga. Pun usia sudah tua dan punya penyakit segala macam, tidak bisa terlalu kecapekan,” jelas Niman, bapak tiga anak ini.

Di gerobak jualannya, Niman memiliki ratusan keping DVD berbagai macam lagu dan film. Mulai dari kaset lagu tahun 80 hingga yang modern sekarang, dari film anak-anak hingga komedi.

Stok kepingan DVD nya tak kunjung berkurang. Omzet penjualannya merosot tajam. Normalnya setiap hari membawa pulang uang 50 ribu rupiah, kini jadi 20 ribu. Bahkan seringkali tidak bawa uang sama sekali.

“Sulit sekarang Mas, makanya mumpung masih muda belajar yang baik sampai punya pekerjaan yang nyaman. Kalau dulu saya sering bawa uang dari hasil jualan untuk anak di rumah, sekarang sudah jarang,” ujar Niman menasihati.

Berita Menarik Lainnya:  Bedah Rumah di Ngagel Surabaya Salah Sasaran, Picu Konflik Warga?

Disinggung apakah pernah mendapat bantuan dari pemerintah, Niman hanya mengaku dapat cuma sekali, berupa bahan pokok.

“Pernah sekali, bansos pas pandemi kemarin. Tapi harapannya semoga dapat lagi, bantuan apapun akan kami terima untuk menutupi kekurangan keluarga. Namun sampai saat ini belum ada kabar ada bantuan lagi,” paparnya.

“Jadi ya sabar saja, kalau ditanya mengapa tetap bertahan, jawabannya cuma berusaha menyambung hidup keluarga sampai hari tua. Mungkin kalau anak-anak gak mau meneruskan lagi, tapi jualan begini banyak kenangannya meskipun sulit lakunya. Jadi tetap berdoa dan usaha saja,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *