Cuaca Baru September Tak Surutkan Padatnya Aktivitas Dinda di Yogyakarta

Suasana Jalan Malioboro Yogyakarta, Ketika Usai Hujan. foto : Faiz
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COMYOGYAKARTA– Cuaca baru bulan September 2022, terasa di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tak jarang setiap harinya daerah ini, selalu basah diguyur hujan. Seperti yang terjadi pada Selasa, (13/9/2022) malam.

Derasnya air yang berjatuhan di aspal, terdengar jelas. Sepanjang jalan pedestrian dan pepohonan, terlihat basah dari rintihan air yang berjatuhan. Kendati demikian, suasana di titik nol Yogyakarta ini masih terpantau padat dari hiruk pikuk kendaraan.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Menilik Kisah Jejak PKI di Kota Santri
banner 1024x1366

Begitu meski langit tak terhias bulan maupun bintang, kondisi sepanjang jalan Malioboro ini tetap terang dari lampu yang berpendar. Yah benar, suasana di kawasan ini cukup dingin daripada hari biasanya.

Suasana dan cuaca baru di Malioboro Yogyakarta ini, dimanfaatkan betul oleh Dinda Alifah Asa Maulida Ansori, salah satu perantau dari kota mangga yakni Probolinggo. Betapa tidak, perempuan yang berstatus mahasiswi salah satu kampus ternama di Yogyakarta ini, melakukan hal yang tak biasa di tengah keramaian daerah istimewa.

Perempuan akrab disapa Dinda, terlihat berjalan seorang diri dari sudut pedestrian Malioboro Yogyakarta. Rintihan air hujan memasahi wajahnya, yang tak bernaung pakai payung. Seakan, ia sangat meratapi pengalaman barunya.

Berita Menarik Lainnya:  Namanya Terdata, Tapi Warga Miskin di Jombang Ini Tak Dapat Bantuan

Setiap kali melangkah, tak jarang pandangannya tajam mengarah ke pepohonan dan para penjual aneka makanan di seberang pedestrian. Hingga wajah datarnya tak terbaca, terkadang berkaca-kaca hingga terlihat ada air yang menetes dari matanya yang kemerah-merahan.

Namun, wajah datarnya tiba-tiba berubah saat duduk di kursi panjang sendirian. Wajahnya mulai menawarkan senyuman, ketika membuka buku bacaan yang digenggam kedua tangannya. Entah apa yang dibaca, hanya terpantau buku itu berkulit hitam.

Berita Menarik Lainnya:  Full Moon Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng di Alun-alun Bojonegoro

Rupanya, pada malam itu Dinda mengaku hanya ingin melepas penat sejenak, untuk persiapan menyambut pagi dengan aktivitas yang dinilainya lebih padat lagi. Namun cara yang kali ini, baru dilakukan pertama kali. Dengan menyendiri dan membaca buku di cuaca baru Yogyakarta.

“Gak ada, cuma baca buku santai, kebetulan sekarang musim hujan. Jadi, suasananya nyaman untuk melepas kesibukan selama akhir-akhir ini. Besok mulai aktivitas lebih banyak lagi, ada kuliah dengan banyak tugas, kegiatan di beberapa organisasi. Yah begitulah, mahasiswa semester akhir,” cetusnya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280