Viral Grup WhatsApp Tak Pakai Masker Denda Rp 250 ribu, Polisi Tegaskan Hoaks

Silahkan Share ke :

Surabaya, Beritabangsa.com, – Viral Beredarnya informasi yang menyebar melalui grup WhatsApp dengan menyebutkan bahwa masyarakat Surabaya yang tidak menggunakan masker akan didenda Rp 250 ribu. Polisi menegaskan informasi itu tidak benar atau hoaks.

Polda Jatim Pastikan Info Tak Pakai Masker Denda Rp 250 ribu, Hoaks
Pesan yang beredar di medsos WhatsApp Grup sejak akhir pekan lalu.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Sempat Diteriaki Warga, Truk Melaju Miring di Jombang Terguling
banner 1920x1080

Sebelumnya, informasi yang beredar ini menyebut akan ada razia masker dari stakeholder terkait. Bahkan, informasi itu mengklaim bersumber dari Dirlantas Polda Jatim.

Dari Dir lantas Polda Jatim, bahwa besok akan ada razia Masker serentak di seluruh wilayah Surabaya dan sekitarnya dengan melibatkan langsung dari semua sektor juga dari kejaksaan, polisi dan aparat TNI dll…dan Jika ada yg TDK pakai masker, langsung di tindak dengan bayar ditempat Rp.250.000,- tolong infokan ke keluarga, tetangga dan teman semua ya. Jangan sampai kena denda. Wassalam,” tulis pesan yang viral melalui medsos sejak akhir pekan lalu.

Berita Menarik Lainnya:  Belum Sehari, Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Pemuda yang Terkapar di Sawah

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan informasi tersebut keliru.

“Sudah dipastikan hoaks,” kata Truno, Senin (31/8/2020).

Truno menjelaskan, jika dilihat di Perda Kota Surabaya, tidak ada pasal yang menyebut denda Rp 250 ribu pada masyarakat yang tidak menggunakan masker.

“Coba dilihat aturan Perda nya Kota Surabaya. Kalau dilihat itu punya Jakarta dan diubah-ubah. Itu seperti Perda yang di Jakarta di-copy paste diubah-ubah dan disebarkan,” ungkapnya.

Berita Menarik Lainnya:  Belum Sempat Nikmati Hasil Curian, Pelaku Di Geprek Massa Hingga Bonyok

Menurut Truno, mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar. Sebelum menyebarkan informasi, Truno menyarankan ada baiknya menyaring kebenaran informasi tersebut.

“Sudah dipastikan kalau itu hoaks, dan silakan disesuaikan dengan peraturan daerah Kota Surabaya,” pungkasnya.

Reporter : Mooch

banner 600x310

Pos terkait