Unggul 80 Persen, Peneliti SSC: Suhandoyo-Astiti Tampil Otentik, Humanis dan Merakyat

Beritabangsa.com, Lamongan – Debat Pilkada Calon Bupati dan Wakil Bupati Lamongan kedua menuai pujian peneliti senior SSC (Surabaya Survey Center) Surokim Abdussalam. Ia menilai debat kali ini unggul paslon nomor urut 01 Suhandoyo-Astiti Suwarni 80 persen, dibanding raihan nomor urut 02 dengan prosentase 75 persen dan nomor urut 03 yang meraih 70 persen.

“Dari sisi komunikasi publik, paslon 01 terlihat lebih santai, data yang disampaikan otentik, humanis, merakyat dan lebih persuasif seperti sedang berdialog dengan pemilih Lamongan untuk bisa meyakinkan dan membawa perubahan. Bahasanya juga terasa lebih membumi dan mudah dipahami,” pujinya kepada media ini. Sabtu (28/11/2020).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Kumpulkan Pengurus dan Kader di Surabaya, PSI Pastikan Kemenangan Eri Cahyadi
banner 1920x1080

Lebih lanjut menurut Surokim, hal itu menjadi kekuatan khusus. Pasalnya sudah sesuai dengan bahasa rakyat Lamongan. Paslon dari jalur independen tersebut bisa menjelaskan dari hal sederhana, menjadi kekuatan yang faktual.

“Paslon Suhandoyo-Astiti Suwarni lebih terlihat ada semangat kegotong-royongan, kolaboratif dan mengajak rakyat bekerjasama,” urai Dekan Fisip Universitas Trunojoyo Madura itu melalui pesan Whatsapp.

Berita Menarik Lainnya:  Ketua RT Menanggal Dirikan Rumah Aspirasi

Sementara dua paslon lainnya, lanjut Surokim Abdusaalam yang juga Dosen komunikasi politik melihat nomor urut 02 dan 03 masih dengan gaya bahasa yang formal.

“Calon Bupati nomor urut 02 yang ditinggal calon Wakil Bupatinya karena positif Covid-19 menguasai teknis manajerial kepemerintahan dan pandangannya lebih komprehensif untuk program-program yang ditawarkan,” jelasnya.

Sedangkan paslon nomor 03 masih terjebak dalam komunikasi publik yang terasa kaku dengan daya persuasi yang rendah. Namun keunggulan mereka ada pada program pemberdayaan ibu-ibu dan sektor nonformal. Namun masih terlihat sektoral.

Berita Menarik Lainnya:  Gus Amik : Surabaya Butuh Pemimpin, bukan Penguasa
Foto: Surokim Abdussalam, Peneliti Senior SSC (Surabaya Survey Center)

Secara global debat kedua Pilkada Cabup Cawabup Lamongan kali ini ada progres yang signifikan. Masing-masing calon bisa memaparkan visi misi dan programnya lebih baik daripada debat pertama. Minimal ketika dilihat dari sisi implementasi lebih kongkrit dan implementable. Selain itu para paslon juga bisa membaca kebutuhan masyarakat Lamongan lebih kongkrit sesuai tema debat.

Reporter : Ais

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *