Unair Persempit WNA Maju Sebagai Calon Rektor

Foto senat dan PSCR UNAIR 2020-2025

Surabaya, beritabangsa.com – Panitia Seleksi Calon Rektor (PSCR) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar rapat sosialisasi pencalonan rektor tahun 2020-2025 di ruang 301 gedung Kahuripan kampus C UNAIR, senin, (06/01/2020).

“Iya jadi hari ini adalah tahap sosialisasi proses pemilihan rektor tahun 2020-2025,” kata ketua senat Rektorat UNAIR, Prof. Djoko Santoso

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Sosialisasi Empat Pilar, Rahmat Muhajirin: Pelajaran PMP Harus Dihidupkan Kembali
banner 1920x1080

Prof. Djoko Santoso mengatakan bahwa PCSR telah menyiapkan tahapan proses pemilihan calon rektor 2020-2025 dengab standar proses yang sederhana dan cukup perfect. Dan telah memenuhi kriteria calon rektor yang diharapkan UNAIR

“Harapannya Rektor tahun 2020 tetap memberikan posisi pelayan meskipun bakal menjadi orang nomor satu di Unair, Rektor harus tetap posisi pelayan, humble, menguasai manajemen dari taraf pendidikan, pengabdian, serta pengembangan dan sesuai dengan visi misi Unair. Sehingga Unair tetap eksis dan memberikan kontribusi di Global,” ungkap Prof. Djoko Santoso

Berita Menarik Lainnya:  Aksi Curat Warung Pergudangan Terekam CCTV, Langsung Dijebloskan ke Hotel Prodeo Polsek Asemrowo

Sementara Prof Suryanto yang bergerak sebagai ketua PCSR UNAIR 2020-2025 mengatakan bahwa pemilihan Rektor di UNAIR sesuai dengan Peraturan Menteri dan Senat. Meskipun ada beberapa peraturan khusus yang sengaja dibuat secara internal yakni masalah usia. “Bakal calon Rektor tidak boleh lebih dari 60 tahun saat mendaftar, itu adalah peraturan internal. Jadi secara keseluruhan hampir sama lah dengan peraturan pemilihan rektor di kampus lainnya,” tukas Suryanto.

Berita Menarik Lainnya:  Dubes Prancis Apresiasi Perusahaan PT Maqpro Biotech Indonesia Sebagai Perusahaan Ramah Lingkungan

Sedangkan, lanjut Suryanto untuk kualifikasi dan kriteria yang paling penting dalam proses pendaftaran calon Rektor adalah Dosen Tetap, Doktor dan PNS, sebagai paket kesatuannya.

“Tidak menutup kemungkinan, dosen dari universitas lain ikut mendaftar asal sesuai dengan kriteria dan kualifikasi. Yang penting Dosen Tetap, Doktor, dan PNS,” ujar Suryanto

“Dan tentunya dengan kriteria yang sudah disampaikan tidak memungkinkan dosen asing bisa menjadi Rektor di Unair,” imbuh Prof. Suryanto. (AW)

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *