Tim Abmas ITS Kembali Luncurkan Inovasi Alat Pencuci Tangan Otomatis

Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengembangkan inovasi baru di tengah pandemi. Sebelumnya, Tim Abmas ITS merancang Serangga ajaib I-BOT, kemudian Gagang Pintu anti sentuh Hendle.it. Dan Kali ini, Komunitas Abmas atau Pengabdian Kepada Masyarakat Laboratorium Tegangan Tinggi, Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali meluncurkan inovasi baru membuat alat pencuci tangan otomatis atau PETIS. Inovasi ini muncul guna mengurangi sentuhan langsung pada benda saat mencuci tangan.

Chairul Bahy selaku Koordinator Tim Abmas mengatakan, Alat Pencuci Tangan Otomatis atau PETIS ini memiliki teknis kerja yang hampir sama dengan pencuci tangan portable yang ada saat ini. Namun, terdapat beberapa tambahan fitur teknologi seperti wastafel otomatis, sabun otomatis, thermogun yang akan memberikan hasil suhu tubuh dan terhubung dengan speaker. Serta terdapat water censor detector yang akan memberikan pemberitahuan jika air pada tandon akan habis.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Kompartemen Kebencanaan IKA ITS Mitigasi Semeru 2022
banner 1920x1080

Bahy melanjutkan untuk teknis penggunaannya, alat ini secara otomatis akan mengecek suhu tubuh pengguna melalui thermogun yang sudah terintegrasi dengan wastafel. Selanjutnya pengguna dapat melakukan cuci tangan dengan sabun secara otomatis tanpa bersentuhan dengan alat. “Hal ini bertujuan untuk meminimalisir sentuhan yang berdampak pada penyebaran virus,” kata Bahy.

Penggunaan awal alat PETIS ini, Abmas memilih dilakukan di pasar Wonokromo Surabaya. Tempat tersebut, kata Bahy, dipilih karena menjadi salah satu aspek ekonomi yang penting dalam menunjang kehidupan sehari-hari di masyarakat. Sehingga pasar menjadi tempat umum yang akan terus menghasilkan berbagai interaksi antara masyarakat sekitar.

Berita Menarik Lainnya:  ITS Luncurkan Bangunan Ocean FarmITS, Akuakultur Plus Ekowisata Pertama di Indonesia

Disisi lain, kata Bahy orang-orang di pasar sering merasakan kekhawatiran atas penyebaran virus corona saat melakukan proses transaksi jual beli. “Akan tetapi sebuah kecemasan itu akan selalu terkalahkan dengan kebutuhan hidup yang harus tetap berjalan,” ungkapnya.

Sementara proses pembuatannya, pada awalnya Bahy dan tim melakukan brainstorming ide dengan dosen dan asisten laboratorium beserta mitra PD Pasar Surya. Selanjutnya, dilakukan perencanaan pembelian alat dan bahan. Kegiatan ini juga menggandeng berbagai stakeholder seperti alumni ITS untuk pembuatan sensor thermogun dan pembuat wastafel ahli untuk pembuatan alat PETIS ini.

Keunggulan yang ditawarkan oleh PETIS yaitu dapat memeriksa suhu tubuh masyarakat yang ingin ke pasar. Sehingga memudahkan petugas untuk menyeleksi pembeli yang mengalami demam. “Maka petugas dapat mengambil tindakan kepada pembeli tersebut agar tidak diperbolehkan masuk ke pasar,” terang Bahy.

Berita Menarik Lainnya:  Wow..! 20 Nelayan Diajari Jitu Tangkap Ikan

Selain itu, ungkap Bahy, dengan adanya keran air dan sabun otomatis ini diharapkan dapat mengurangi sentuhan terhadap bidang. Keunggulan terakhir yaitu terdapat Alarm Water Detector yang mampu memberikan alarm jika terdapat kekurangan air pada tandon alat PETIS. “Sehingga dapat segera diisi secepat mungkin,” lanjutnya.

Pelaksanaan kegiatan abmas ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yakni dengan menjaga jarak, memakai masker dan rajin menjaga kebersihan tangan. “Sehingga dapat membantu mengurangi penyebaran virus terutama pada pasar tradisional dan dapat menurunkan angka kasus Covid-19,” pungkas Bahy penuh harap.

Reporter : Ali Wafa
Publisher : Atho’illah

banner 600x310

Pos terkait