Yenny VS Cak Imin, Pengamat: Suara PKB Dapat Tergerus

Perseteruan
Muhaimin Iskandar VS Yenny Wahid
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Perseteruan antara Yenny Wahid dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin kian memanas. Keduanya saling sindir-menyindir di Twitter.

Yenny merupakan anak kedua Presiden IV Republik Indonesia Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Sementara Cak Imin itu merupakan keponakan Gus Dur.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Menurut pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam konflik keduanya sangat berpengaruh pada suara PKB di kontestasi politik 2024. PKB masih sangat bergantung kepada pemilih Nahdliyin. Sementara Yenny merupakan putri Gus Dur yang juga memiliki pengikut banyak di Nahdliyyin.

Berita Menarik Lainnya:  Jasa Tirta I Dukung Misi Ekspedisi Bengawan Solo

“Bagaimanapun Yenny itu putri Gus Dur yang juga punya pengikut. Jika takarannya melebihi batas tentu akan punya sentimen dan bisa menggerus PKB dalam kadar tertentu. Ya jika takarannya melebihi batas saya pikir bisa menggerus suara PKB,” kata Surokim, Jumat (24/6/2022).

Konflik ini, lanjut Surokim, merupakan konflik politik laten yang mulai manifes, dari high context politics ke low context politics.

Selama ini sebagai sesama keluarga ‘ndalem’ keduanya bisa menjaga dan menahan diri untuk tidak memperlihatkan konflik secara terbuka, tetapi kali ini keduanya sudah terlibat dalam konflik terbuka di ruang publik.

Surokim mengatakan, Cak Imin mengambil posisi membawa ‘pertengkaran’ ini ke ruang publik tentu bukan tanpa maksud. Cak Imin sedang butuh diperbincangkan publik untuk mengerek elektabilitasnya. Namun ini juga berisiko jika tidak dimaintenance dengan baik. Potensial akan membawa sentimen negatif untuk PKB dan Cak Imin.

Berita Menarik Lainnya:  UKM Jatim Tembus Pasar Global Via Desa Devisa

“Bagi kubu Yenny, hal ini tentu akan memperkuat barisan Gus Dur untuk kian terbuka menghadapi Cak Imin. Bagi kubu Cak Imin ini sekaligus menjadi test ombak apakah kekuatan PKB kian solid menghadapi rebutan kekuatan PKB masa depan,” jelasnya.

Lebih lanjut, mantan peneliti senior Surabaya Survei Center (SSC) ini mengatakan, upaya rekonsiliasi kian sulit dan keduanya sepertinya akan lebih memilih win and lose strategy dalam konteks PKB.

Yenny berani mulai terbuka kali ini juga sudah berhitung, apalagi Yenny punya penguatan di PBNU membuat posisinya secara kultural lebih kuat dari Cak Imin.

Berita Menarik Lainnya:  Ketua PWI Jatim Raih Anugerah Tan Hana Dharma Mangrva dari Kapolda Jatim

Sementara Cak Imin ada di struktural PKB yang kali ini ada jarak dengan PBNU. Surokim menilai konflik ini masih akan terus berlanjut ke segmen-segmen berikutnya yang juga tak kalah seru.

“Sebagai sesama keluarga ndalem saya pikir keduanya nanti akan didamaikan keluarga jika situasinya sudah force majeur. Namun, hal ini akan selalu menarik mencermati keduanya menjelang 2024. Keduanya pasti punya motif dan kepentingan yang berbeda. Sekali lagi ini masih segmen 1 masih akan berlanjut ke segmen berikutnya yang tak kalah menarik untuk dicermati terkait relasi keduanya. Kita nantikan saja,” pungkas Surokim yang juga Dekan Fisip UTM.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait