Waspada, Beberapa Wilayah Ini yang Rawan Bencana Kekeringan

BPBD
Muslimin Kabid Kedaruratan dan Logistik saat menunjukkan wilayah rawan terdampak krisis berkepanjangan
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-LAMONGAN- Musim kemarau kerap menjadi momok yang menakutkan. Betapa tidak, ada daerah yang kemarau tiba akan sulit air bersih.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, Gunadi melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Muslimin, mulai menginventarisir daerah rawan bencana kekeringan.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Wow ! Bupati Sidoarjo Copot Sekda Achmad Zaini
banner 1920x1080

Terutama di titik-titik yang pada tahun-tahun sebelumnya pernah mengalami bencana kekeringan dan krisis air.

“Kami sudah memetakan titik rawan bencana di musim kemarau, yang biasanya sering terjadi kebakaran dan kekeringan, maupun krisis air bersih, khususnya di bagian selatan Lamongan,” terangnya, Selasa (21/6/2022).

Identifikasi sebaran daerah rawan bahaya kekeringan di wilayah selatan itu, mencakup antara lain Kecamatan Modo, Ngimbang, Sukorame, Bluluk, Sugio, Kembangbahu.

Serta beberapa daerah lainnya seperti Deket, Karangbinangun, Turi, Sukodadi, Glagah, Laren.

Berita Menarik Lainnya:  Dharma Santi 1944 Saka, Gubernur Khofifah Berpesan Jaga Alam dan Kelestariannya

Awal musim kemarau diprediksi mulai Juni-Juli-Agustus. Namun, Muslimin menuturkan kemarau tahun ini lebih pendek dan tidak parah karena jenis kemarau basah.

Beda di tahun sebelumnya, kemarau jauh lebih panjang dan belasan kecamatan dan puluhan desa di Lamongan krisi air.

“Untuk tahun ini karena kemarau basah, jadi kita prediksi tidak separah dua tahun yang lalu. Tapi tetap kita siagakan kita siapkan droping air bersih di titik-titik rawan bencana kekeringan,” paparnya

Berita Menarik Lainnya:  Presiden Jokowi Bagikan Bansos ke Pengunjung dan Pedagang Pasar Larangan Sidoarjo

Meski demikian, sejumlah bencana berpotensi terjadi dan harus diwaspadai dengan melakukan pencegahan sedini mungkin karena kapan bencana datang tiada yang tahu. Pihaknya pun bersiap diri, salah satunya dengan memperkuat koordinasi lintas sektoral dalam menangani bencana, termasuk rutin mencermati perubahan cuaca dari BMKG.

“Saat ini kita sudah rutin sosialisasi, saya juga sampaikan ke camat-camat terkait berbagai potensi dan pencegahan bencana saat perubahan cuaca. Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada,” pungkasnya.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait