Warga Tuding CV Duta Pasir Biang Terendamnya Kampung Kamar Kajang

Warga Tuding CV Duta Pasir Biang Terendamnya Kampung Kamar Kajang
Salah satu rumah tenggelam di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA-LUMAJANG – Erupsi Semeru awan panas guguran (APG), berakibat menenggelamkan ratusan rumah warga Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Namun, warga menuntut CV Duta Pasir Semeru sebagai biang terendamnya rumah warga.

Kondisi itu diungkap warga kepada DPRD Kabupaten Lumajang beberapa waktu lalu, namun anggota Dewan masih melakukan kajian terkait tudingan warga tersebut.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  KPUD Kota Probolinggo Ajak Perempuan Antusias Ikuti Badan Ad Hoc
banner 1920x1080

Koordinator aksi warga Dusun Kamar Kajang, Nur Kholis, menyampaikan pihaknya kali ini diundang Bupati Lumajang untuk membicarakan soal pertambangan di area Dusun Kamar Kajang.

“Namun Bupati tidak menemui kami, karena ada acara di luar kantor, kami akan menunggunya,” ujarnya.

Nur Kholis menjelaskan warga Dusun Kamar Kajang tak mau ditemui pejabat selain Bupati.

“Kami tidak mau kalau Asisten yang menemui kami, sebab itu tidak akan tuntas, masih akan disampaikan ke pimpinan lagi, terlalu panjang,” ujarnya.

Berita Menarik Lainnya:  Driver Maxim Kena Tipu Ratusan Rupiah

Warga Dusun Kamar Kajang, sebenarnya hanya menuntut CV Duta Pasir Semeru karena diduga menjadi biang tenggelamnya rumah-rumah warga Dusun Kamar Kajang.

“Bangunan tanggul di aliran sungai itulah yang menyebabkan lahar berbelok ke pemukiman warga,” bebernya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Lumajang, Oktaviani, menerangkan kajian hukum kasus itu sudah hampir final.

“Sebentar lagi berkas akan dilimpahkan ke pusat dan dikaji langkah apa yang harus diambil pemerintah pusat terkait terendamnya Kampung Renteng dan Kamar Kajang,” paparnya.

Berita Menarik Lainnya:  Pemkot Guyur Pelaku UMKM 18.000 Liter Migor

Kata dia pembangunan tangkis atau tanggul itu, kata politisi Gerindra ini, sejak awal sudah ada namun sudah rusak. Saat itu pemerintah meminta warga memperbaiki tanggul yang rusak itu.

Karena banyak yang tidak mempedulikan, akhirnya salah satu penambang di lokasi tersebut, ada yang siap memperbaikinya.

“Ya ayah saya (H Satuhan), akhirnya memperbaikinya karena yang lain tidak memperbaikinya, itulah awalnya, bukan ayah saya tiba-tiba membangun,” pungkasnya.

banner 600x310

Pos terkait